FPI: Semakin Jelas Ada Kelompok Besar Tak Mau HRS Pulang
logo

26 September 2018

FPI: Semakin Jelas Ada Kelompok Besar Tak Mau HRS Pulang

FPI: Semakin Jelas Ada Kelompok Besar Tak Mau HRS Pulang


GELORA.CO - Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) yang juga ketua Persaudaraan Alumni 212 
Slamet Maarif menilai saat ini semakin jelas ada pihak yang tidak ingin Rizieq Shihab kembali ke tanah air. Dia mengatakan hal tersebut merujuk dari ruang gerak Rizieq yang semakin dibatasi di Mekah.

"Ini semakin memperlihatkan ada kelompok besar yang menginginkan Habib Rizieq tidak kembali ke tanah air," ujar Slamet.

Slamet menilai penghentian kasus hukum atau SP3 yang diberikan terhadap kasus hukum Rizieq menjadi percuma. Alasannya, karena Rizieq tetap tidak bisa pulang ke Indonesia karena tidak diperkenankan keluar dari Arab Saudi.

"Semakin membuktikan ini bukan persoalan hukum, tetapi kriminalisasi," tutur Slamet.

Sebelumnya, Anggota Tim Advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Nasrullah Nasution mengadu ke DPR dan meminta agar Rizieq dilindungi. Permintaan itu berkenaan dengan ruang gerak Rizieq yang semakin dibatasi di Mekah.

Nasrullah curiga ada pihak-pihak di Indonesia yang terlibat dalam pencegahan dan pencekalan Rizieq untuk tidak bisa keluar dari Arab Saudi. Dia meminta Wakil Ketua DPR Fadli Zon untuk meminta keterangan dari lembaga terkait di Indonesia.

"Untuk itu kami di sini menyampaikan kepada bapak Fadli Zon sebagai unsur pimpinan DPR, pertama untuk memanggil Menteri Luar Negeri, Kepala BIN dan Kapolri untuk kemudian mempertanyakan terkait dengan perlakuan diskriminatif dan intimidatif yang dialami Habib Rizieq Shihab," kata Nasrullah di gedung DPR, Selasa (25/9).

Imam FPI DKI Jakarta Habib Muchsin Alatas membenarkan pernyataan Nasrullah. Dia mengatakan Rizieq semakin dipersempit ruang geraknya usai bertemu dengan Prabowo Subianto dan Amien Rais pada Juni lalu.

Usai bertemu Prabowo, kata Muchsin, Rizieq berencana menuju ke Malaysia. Namun, pihak imigrasi tidak memperkenankan Rizieq keluar dari Arab Saudi.

"Pencekalan itu bermula setelah pertemuan dengan Pak Prabowo dan ketum ketum. semua bermula dari situ," ucap Muchsin saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (26/9). [cnn]

Loading...
loading...