logo

25 September 2018

Elite Hanura yang Digedor Pengawal Prabowo saat di Toilet Ngaku Diancam

Elite Hanura yang Digedor Pengawal Prabowo saat di Toilet Ngaku Diancam


GELORA.CO -  Peristiwa penggedoran pintu toilet oleh pengawal capres Prabowo Subianto yang dialami Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir berbuntut panjang. Inas mengaku mendapat ancaman dari orang yang mengaku pendukung Prabowo dari Garda 08. 

"Sejak gue posting tentang insiden toilet Inas-Prabowo, kayaknya sih Prabowo nggak terima deh ama postingan gue, karena ada seseorang yang ngaku dari Garda 08 nya Prabowo nge-japri gua lewat WA berinisial AG," ujar Inas mengawali cerita yang dibagikannya lewat pesan WhatsApp yang diterima detikcom, Selasa (25/9/2018). 

Inas mengatakan semula dia tak memedulikan pesan tersebut. Namun AG terus-menerus mengiriminya pesan melalui WA dengan kata kasar dan kotor.

"Awalnya sih gue cuekin, tapi doi terus aja nge-japri pake kata-kata kasar and kotor, terpaksa deh gue blok, tapi dasar nih anak emang kebangeten, karena gue blok doi ganti nomer lalu nge-japri lagi bahkan 4 kali gue blok, 4 kali juga dia ganti nomer, parahnya nih doi pake kata-kata iblis lah, binatang lah....," tutur Inas. 

"Edan gak tuh, kalu emang gue iblis, pasti gue nongol lewat Hp-nya lalu gue cekek, iya kan? hehehe, selain itu doi juga bilang gue banci karena kagak mau diajak duel, duuhh... emangnya gue preman jalanan?" sambungnya. 

"Di kubu sini mah semua pake otak pokoknya cool deh, tapi rupanya anak buah Prabowo pada temperamental semua nih, terlalu cepat lelah otaknya lalu langsung main otot! Jangan-jangan bos-nya juga kek gitu deh! Manalagi tuh anak japri gue dengan kata-kata kasar... huuhh! Emangnya die pikir gue gak bisa kasar juga kek gitu? Langsung gue bales tuh!" kata Inas. 

Inas pun curiga teror yang ditujukan kepadanya tersebut atas suruhan capres sekaligus Ketum Gerindra, Prabowo Subianto. Tak berhenti melalui pesan WA, kata Inas, caci maki AG berlanjut melalui telepon. 

"Gue duga sih kayaknya anak itu disuruh Prabowo deh, gue kagak takut! malahan gue lawan and gue bales juga deh! Buntutnya, die call gue lalu nyaci maki gue.... namanya juga japri, gua lawan aj terus.... ehhhh doi malah ngancem mau ngegebukin gue rame-rame, busyet dah! Bahkan doi share lokasi rumahnya yang dijadiin markas Garda 08, di jl. Utan Kayu, Matraman, katanya sih agar gue lapor polisi," tuturnya. 

Inas kemudian mengatakan heran atas tindakan AG tersebut. Apalagi AG mengaku mantan teroris di Poso dan Ambon. 

"Maksudnya apa sih? Mereka merasa kebal hukum? Ceee ilee.... Prabowo belum jadi Presiden aja, anak buahnya udah ngerasa kebal hukum, gimana kalau Prabowo jadi Presiden? hancur negri ini deh! Bahkan anak itu ngakunya mantan teroris di poso dan ambon! Astaghfirullah! untuk apa ya Prabowo ngerekrut mantan teroris?" kata Inas. 

Atas tindakan itu, rencananya, siang ini Inas akan melaporkan aksi teror pria yang disebutnya berinisial AG itu ke polisi. Sesuai dengan agenda yang diterima detikcom, pelaporan akan dilakukan pada pukul 14.00 WIB di Bareskrim Polri. 

Cerita Inas itu pun ditanggapi Partai Gerindra. Gerindra tak yakin pelaku teror tersebut dari pendukung Prabowo, dalam hal ini Garda 08. 

"Saya rasa itu bukan dari kubu kami. Karena Pak Prabowo dan Bang Sandi dari awal sudah menginstruksikan seluruh kader simpatisan dan relawan untuk berlaku sopan santun dan tidak akan melakukan hal-hal kekerasan, serta fitnah dan hoax," kata anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade. 

Andre pun mempersilakan jika Inas akan memproses hukum aksi teror tersebut. Pihaknya akan menghormati. 

"Silakan diproses hukum saja supaya tidak ada fitnah. Kalau memang ada dari kubu kami, ya kami siap membantu proses hukum, kita terbuka saja," ujarnya. 

"Mari kita hindari polemik di media. Saran saya ke Bang Inas nggak usah kebanyakan drama. Saya udah konfirmasi ke pengawal Pak Prabowo, nggak ada gedor-gedor pintu, cuma ditanya 'permisi ada orang di dalem'. Sekali, pas bilang ada, ya udah diem ditunggu. Ya biasalah Bang Inas ini kan 'parnoko' yang butuh panggung untuk meningkatkan elektabilitas partai beliau. Kita maklumi saja," pungkas Andre. [dtk]

Loading...
loading...