Ekonom AS Steve Hanke Sebut Jokowi Omong Kosong, Fahri Sindir Pejabat Keuangan
logo

7 September 2018

Ekonom AS Steve Hanke Sebut Jokowi Omong Kosong, Fahri Sindir Pejabat Keuangan

Ekonom AS Steve Hanke Sebut Jokowi Omong Kosong, Fahri Sindir Pejabat Keuangan


GELORA.CO - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah memberikan tanggapan terkait unggahan Ekonom Amerika Serikat (AS), Steve Hanke yang menyebut Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) omong kosong soal rupiah.

Hal ini disampaikan Fahri Hamzah melalui laman Twitternya @FahriHamzah, Kamis (6/9/2018).

Menurut Fahri Hamzah, pejabat keuangan Indonesia (Kementerian Keuangan) memang selalu beranggapan faktor eksternal menjadi penyebab utama melamahnya mata uang rupiah.

Selain itu, pemerintah juga selalu mengatakan jika fundamental ekonomi dalam keadaan yang baik.

"Indonesian Finance officials always state that currency fluctuations are always due to external factors. at the same time saying that Indonesia's economic fundamentals are good," tulis Fahri Hamzah dalam akun Twitternya.

(Pejabat Keuangan Indonesia selalu menyatakan bahwa fluktuasi mata uang selalu disebabkan oleh faktor eksternal ... pada saat yang sama mengatakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia baik-red)

Sebelumnya, Steve Hanke mengomentari pendapat Jokowi yang menyalahkan faktor eksternal terkait pelemahan rupiah, seperti dibertakan oleh reuters, Rabu (5/9/2018).

Dalam pemberitaan tersebut, Jokowi mengatakan jika hanya ada dua kunci untuk menyelamatkan rupiah.

Yakni menggenjot investasi dan meningkatkan ekspor.

"Hanya ada dua kunci, investasi harus terus meningkat dan ekspor juga harus meningkat sehingga (kita) dapat menyelesaikan defisit saat ini," kata Jokowi.

Tak hanya itu, disebutkan juga saham Indonesia tenggelam paling dalam hampir dua tahun karena kemerosotan pasar negara berkembang.

Jokowi pun menyalahkan faktor eksternal untuk penurunan rupiah ke posisi terendah selama 20 tahun terakhir.

Diketahui, aset-aset Indonesia telah laku karena investor keluar dari pasar negara berkembang dengan kerentanan ekonomi terbesar di Asia Tenggara yang meningkat.

Hal itu disebabkan mereka khawatir dengan defisit neraca yang berjalan.

Menanggapi hal tersebut, Steve Hanke menyebut jika Jokowi hanya omong kosong karena menyalahkan rentetan faktor eksternal sehingga rupiah terjun bebas.

Steve Hanke mengatakan, jika AS dan IMF tidak berencana untuk menggulingkan Soeharto 20 tahun lalu, maka Indonesia akan memiliki rupiah yang sehat saat ini.

"#Indonesian President Joko Widodo said that external factors were behind the #rupiah's fall to 20-year lows. What nonsense. If the US & IMF hadn’t plotted to overthrow Suharto 20 yrs ago, Indonesia would have a currency board & a sound rupiah," tulis Steve Hanke melalui akun Twitternya @steve_hanke, Rabu (5/9/2018).

(#Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan bahwa faktor eksternal berada di belakang #jatuhnya rupiah ke posisi terendah 20-tahun. Omong kosong. Jika AS & IMF tidak berencana untuk menggulingkan Soeharto 20 thn lalu, Indonesia akan memiliki dewan mata uang dan rupiah yang sehat-red). 
Unggahan Twitter Fahri Hamzah

[wow]

Loading...
loading...