Dipenjara karena Menista Agama, Meiliana Tulis Surat ke Ahok
logo

5 September 2018

Dipenjara karena Menista Agama, Meiliana Tulis Surat ke Ahok

Dipenjara karena Menista Agama, Meiliana Tulis Surat ke Ahok


GELORA.CO - Terdakwa kasus penodaan agama, Meiliana, warga asal Tanjung Balai, Sumatera Utara menuliskan surat yang ditujukan kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di secarik kertas.

Dalam surat itu, Meiliana menuliskan bahwa Ahok telah menginspirasi dirinya selama menjalani proses hukum.

"Saya selama di lapas belajar kuat dan tegar seperti Pak Ahok," tulis Meiliana di kalimat pembuka suratnya. 

Meiliana divonis bersalah dan dijatuhi hukuman penjara 1,5 tahun karena dianggap telah menodakan agama atas keluhannya terhadap volumen azan. Sedangkan, Ahok telah dijatuhi hukuman dua tahun penjara karena telah melakukan penodaan agama dalam kasus pencatutan surat Al-Maidah 51.

Dalam suratnya Meiliana berharap tak ada lagi orang-orang yang di penjara karena kasus seperti dirinya dan Ahok.

"Semoga tidak akan ada Pak Ahok dan Meliana lainnya di luar sana. Semoga kita dalam keadaan sehat dan tetap kuat dalam menghadapi setiap cobaan ini kiranya Tuhan menyertai kita. Amin," kata Meiliana dalam surat tersebut. 

Surat itu ia tulis langsung di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta, Sumatera Utara. Di bagian pojok bawah surat ia juga mengimbuhkan tanda tangan dan tertera tanggal surat itu dibuat. 

Kemudian, surat itu diunggah oleh Ketua Cyber IndonesiaMuannas Al Aidid di akun faceboknya. 

Muannas mengaku melihat langsung Meiliana menuliskan surat untuk Ahok saat dirinya berkunjung ke Lapas. 

"Benar tadi surat itu langsung ditulis depan saya, dibuat untuk Ahok," kata Muannas saat dikonfimasi CNNIndonesia.com, Kamis (5/9). 

Rencananya, kata Muannas, surat tersebut akan diberikan kepada Ahok langsung di Mako Brimob pada hari Minggu (9/9).

Proses hukum Meiliana sampai saat ini masih berjalan. Meiliana berencana mengajukan banding atas vonis 1,5 tahun penjara yang ia terima dari  Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara. 

Pengajuan banding ini disampaikan kuasa hukumnya, Ranto Sibarani. "Nah, dari persidangan kemarin kami akan banding," kata Ranto kepada CNNIndonesia.com, Kamis (23/8).

Sejauh ini pengadilan belum memberi salinan putusan kepada pihaknya. Sehingga Ranto belum bisa membuat memori banding untuk didaftarkan ke Pengadilan Tinggi Sumut. [cnn]

Loading...
loading...