logo

10 September 2018

Demokrat Ibaratkan Erick Tohir 'Pemilik Panggung ikut Menari'

Demokrat Ibaratkan Erick Tohir 'Pemilik Panggung ikut Menari'


GELORA.CO -  Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyesalkan keputusan kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amien merekrut Erick Thohir sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN). 

Hal ini disampaikan Hinca karena Ketua Indonesia Asian Games 2018 (Inasgoc) itu juga pemilik media.

Hinca khawatir masuknya Erick di kubu Jokowi berpengaruh pada pemberitaan media miliknya di hadapan publik. Hal ini sama saja mencederai demokrasi.

"Tidak ada kebebasan pers tanpa demokrasi yang baik, tidak ada demokrasi yang baik tanpa kebebasan pers yang baik juga," kata Hinca di kediaman SBY, Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (9/9).

Hinca mengibaratkan politikus sebagai penari yang menggerakkan tubuhnya di atas panggung untuk berekspresi. Sedangkan pemilik media adalah pemilik panggung yang bertugas memastikan gelaran seni tari tersebut berjalan baik. 

Maka itu, pemilik panggung seharusnya tidak ikut menari di atas panggung, seperti hal yang dilakukan para politikus melalui media.

Keberadaan Erick di kubu Jokowi, menurut Hinca, tidak elok. Ia ibarat pemilik panggung yang ikut menari.

"Biarlah pemilik panggung tetap pemilik panggung, penari tetap penari. Janganlah pemilik panggung ikut menari," kata Hinca.

"Biarkan semua sesuai perannya masing-masing," ujarnya.

Erick saat ini menjabat sebagai direktur utama ANTV, stasiun televisi swasta nasional. Selain itu, ia juga pemilik saham minoritas di TVOne dan VivaNews.com.

Erick juga pemilik Mahaka Media Group yang pernah mengakuisisi harian Republika. Erick sempat pula menjabat sebagai direktur hingga 2008. Selanjutnya, pada 2010 dia didapuk sebagai komisaris. Jabatan itu masih diembannya hingga saat ini.

Pada 2005 lalu, Erick melalui Mahaka mendirikan Jak TV. Ia juga memiliki sejumlah radio, diantarnya Gen FM, Delta FM dan Female Radio. [cnn]

Loading...
loading...