logo

28 September 2018

Demo, Mahasiswa di Medan Desak Kapolrestabes Minta Maaf soal Pemukulan

Demo, Mahasiswa di Medan Desak Kapolrestabes Minta Maaf soal Pemukulan


GELORA.CO - Sejumlah mahasiswa Universitas Sumatera Utara menggelar demonstrasi di depan kampusnya pada sore tadi, Kamis (27/9). Demonstrasi yang disertai pembakaran ban itu digelar untuk menuntut Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto meminta maaf atas pemukulan rekan mereka pada demontrasi di depan kantor DPRD Sumatera Utara pada 20 September 2018. 

Demonstran merasa dalam unjuk rasa beberapa waktu lalu, polisi telah bersikap represif hinggan menyebabkan delapan mahasiswa USU terluka.  Dadang mereka anggap harus meminta maaf atas kejadian itu. 

"Beberapa dari kita membuat laporan ke Mapolda dan sebagian lagi ikut aksi di sini. Jika tidak ada permintaan maaf, maka akan (tuntut) copot Kapolres," kata M Iqbal, mahasiswa yang memimpin aksi. 

Dalam orasinya, Iqbal mengaku kecewa dengan tindakan polisi yang menyerang mahasiswa. Padahal, mereka mengharapkan polisi melindungi selama penyampaian aspirasi. 

"Kami di sana (depan gedung DPRD Sumut) memperjuangkan suara rakyat, kami bukan kriminal. Kami sangat kecewa dengan Kapolrestabes Medan," sambung Iqbal.

Pada 20 September 2018, terdapat dua kubu yang menggelar aksi bersamaan di depan gedung DPRD Sumut. Mereka adalah kubu pro pemerintahan Jokowi, Komunitas Masyarakat Cinta NKRI dan kubu kontra, Aliansi Pergerakan Mahasiswa Se-Kota Medan.

Kemudian terjadi pergesekan antar massa pro dan kontra yang akhirnya berujung ricuh. Tidak berselang lama, polisi terlibat dalam bentrok tersebut banyak dari kubu kontra yang mendapat perlakuan represif sehingga banyak korban berjatuhan.

Delapan mahasiswa yang menjadi korban pada tanggal 20 September lalu antara lain;
1. Wira
2. Surya Darma
3. M. Luthfi Faisal
4. Fitra Luthfi Azmi
5. Fadhilla Zikroyati
6. Nurul Fajar
7. Riza Syahputra
8. Ari Cakra [kmp]

Loading...
loading...