Dalami Kasus Persekusi UAS di Bali, Polisi Periksa Ahli Bahasa dan Pidana
logo

23 September 2018

Dalami Kasus Persekusi UAS di Bali, Polisi Periksa Ahli Bahasa dan Pidana

Dalami Kasus Persekusi UAS di Bali, Polisi Periksa Ahli Bahasa dan Pidana


GELORA.CO - Kasus persekusi yang menimpa Ustadz Abdul Somad Lc di Bali atas terlapor anggota DPD Dapil Bali, Arya Wedakarna masih berlanjut. Penyidik Krimsus Polda Bali kali ini memeriksa ahli bahasa Prof Rahayu Sutiarti dan ahli pidana DR Abdul Chair Ramadhan.

Pemeriksaan berlangsung di Jakarta, Jumat (21/09/2018). Kuasa hukum pelapor Zulfikar Ramly mendampingi langsung proses pemeriksaan. Ramly mendesak Polda Bali agar Arya Wedakarna segera ditetapkan sebagai tersangka.

“Saya mendesak Polda Bali setelah pemeriksaan ahli di perkara ini agar secepatnya Arya Wedakarna DPD Dapil Bali ditetapkan sebagai tersangka dan perkaranya segera diproses di pengadilan,” ujarnya kepada Kiblat.net.

Kasus persekusi yang menimpa Ustadz Abdul Somad terjadi di Hotel Aston Gatsu, Denpasar, Bali pada 8 Desember 2017 silam. Saat itu, massa memaksa masuk ke area hotel dan meminta Ustadz Abdul Somad membatalkan pengajiannya di Bali. Selain itu, massa juga mendesak agar Ustadz Abdul Somad meninggalkan Bali karena tuduhan anti Pancasila.

Aksi persekusi tersebut diduga disulut oleh postingan Arya Wedakarna di Facebook beberapa hari sebelumnya. Arya diduga menjadi provokator penolakan dan persekusi melalui media sosial terhadap UAS saat safari dakwah di Bali.

Ia dilaporkan atas dugaan tindak pidana ITE, penodaan agama hingga ujaran kebencian. Pasal yang dikenakan oleh pelapor diantaranya, Pasal 28 ayat (2) Jo 45a ayat (2) UU No 19 Th 2016 perubahan UU No. 11 th 2008 tentang ITE dan atau Pasal 16 UU No. 40 Th 2008 dan Pasal 160 KUHP dan atau Pasal 156 dan 156a KUHP.

Akan tetapi, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III menampik keterlibatan dirinya dalam aksi penolakan Ustadz Abdul Somad (UAS) di Bali, akhir tahun lalu. Dalam wawancara dengan Kiblat.net, ia menuturkan bahwa postingan di akun pribadinya itu merupakan aspirasi masyarakat Bali. [kiblat]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...