Bikin Haru, Kisah Seorang Siswa tak Sengaja Bertemu Ayahnya di Penjara Saat Study Tour
logo

6 September 2018

Bikin Haru, Kisah Seorang Siswa tak Sengaja Bertemu Ayahnya di Penjara Saat Study Tour

Bikin Haru, Kisah Seorang Siswa tak Sengaja Bertemu Ayahnya di Penjara Saat Study Tour


GELORA.CO - Kisah baru-baru ini jadi viral di media sosial, kisah ini mempertemukan seorang anak sekolah dengan ayahnya di penjara.

Lantas acara sekolah ke penjara yang berada di Thailand tersebut berubah menjadi reuni memilukan bagi seorang remaja laki-laki ketika dia mengenali salah satu narapidana yang tak lain adalah ayahnya sendiri.

Momen mengharukan itu terungkap berawal dari unggahan Facebook yang menyentuh. Postingan Facebook itu menuliskan kalimat: “Dengan terengah-engah berlari ke dalam pelukan.” Penjara tersebut terletak di provinsi Rayong, Thailand.

Arom Khunmoung, pemimpin tim Jam Banjeud Rayong – sebuah organisasi yang mengatur perjalanan pendidikan dan rekreasi untuk sekolah dan perusahaan – mengatakan dia melihat salah satu dari remaja laki-laki itu dengan sedih berdiri dan menatap seorang tahanan.

Tur ke penjara itu dimaksudkan untuk mengajarkan nilai-nilai moral. Pimpinan tur tersebut akhirnya melihat air mata mengalir di wajah murid laki-laki itu.

Tepat di depan remaja laki-laki itu, seorang narapidana menatapnya dengan wajah yang juga berlinang air mata. “Ada apa nak?” tanya Arom kepada murid itu. Murid itu menjawab, “Guru, itu ayah saya. Saya sangat terkejut.”

Arom yang menggambarkan penjara itu sebagai tempat yang “menyedihkan”, mengatakan di Facebook bahwa ketika anak itu diminta untuk berbicara dengan ayahnya, dia awalnya berpikir mungkin itu bukan ide yang bagus. Namun, dia akhirnya memberanikan diri bertanya kepada sipir apakah dia boleh menemui ayahnya.

Sipir membolehkannya dia berlari ke ayahnya. Orang-orang sekitar mulai menangis dengan adegan yang menyentuh, melihat mereka berdua berpelukan.

Ayah dari anak remaja itu membisikkan kalimat menyentuh kepada anaknya, “Aku sangat menyesal, aku merindukanmu.”

“Ketika aku meninggalkan tempat ini aku akan menjadi ayah yang baik.”

“Kamu juga harus menjadi anak yang baik.”

Ayah itu kemudian bertanya kepada putranya, “Apakah kamu malu denganku? Apakah kamu merasa malu jika temanmu melihatku di penjara?”

Putranya menjawab, “Tidak, saya sama sekali tidak malu.”

Lalu, sang anak untuk menunjukkan rasa hormat menggunakan gerakan tradisional Thailand, remaja laki-laki itu berlutut di lantai untuk bersujud di kaki ayahnya. [psid]

Loading...
loading...