Akun Robot Medsos Dikhawatirkan Ganggu Pemilu, Polri Diminta Basmi

Akun Robot Medsos Dikhawatirkan Ganggu Pemilu, Polri Diminta Basmi

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Akun-akun robot di media sosial, diminta untuk diawasi saat proses kampanye pemilu 2019. Jangan sampai banyak menyebarkan hoax dan mengganggu pesta demokrasi.

Disinyalir, banyak akun-akun robot yang hanya dimanfaatkan untuk kepentingan politik jangka pendek dengan membuat informasi yang tidak benar alias hoax.

Atas dasar itu, Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencermati mencermatinya.

“Meminta Kemenkominfo dan Bawaslu untuk melakukan upaya-upaya dalam mengantisipasi munculnya ujaran kebencian maupun hoax pada berita di media online maupun media sosial, mengingat robot yang digunakan dalam media sosial untuk menyebarkan ujaran kebencian dan hoaks masih tersebar di media sosial,” kata Bambang, dalam siaran persnya, Kamis 20 September 2018.

Penegakan hukum terhadap akun-akun robot yang memproduksi hoax, menurutnya harus juga dilakukan. Maka Direktorat Siber Bareskrim Polri, menurutnya sangat mampu menelusuri dan mengungkap pihak di balik akun palsu di media sosial itu.

“Agar kepolisian menindak tegas pelaku yang mengendalikan akun robot penyebar ujaran kebencian dan hoax sesuai dengan perundangan yang berlaku,” kata mantan wartawan itu.

Di sisi lain, ia meminta tetap ada proses edukasi yang terus menerus terhadap masyarakat. Agar tidak mudah menyebar dan mempercayai berita-berita atau informasi yang hoax.

“Sosialisasikan kepada masyarakat mengenai bagaimana melakukan pengecekan kebenaran informasi kepada beberapa media lain atau lembaga resmi yang berwenang mengeluarkannya,” tuturnya. 

Masyarakat juga diminta, agar tidak menghina kelompok lain yang berbeda pilihan, dengan menggunakan isu suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA). 

“Janganlah menghasut dan mengadu domba perseorangan ataupun masyarakat, terutama menjelang Pemilu 2019,” katanya. [viva]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita