logo

20 September 2018

5 Penggawa di Timses Prabowo

5 Penggawa di Timses Prabowo


GELORA.CO - Meski Koalisi Indonesia Adil dan Makmur belum mengumumkan secara resmi dari anggota timses Prabowo - Sandi, namun dipastikan 800 orang dari sejumlah kalangan akan bergabung ke timses Prabowo - Sandi. Dari 800 orang itu akan mendapat posisi mulai dari juru bicara, juru kampanye nasional, hingga juru debat.

Adapun, beberapa tokoh yang selama ini dianggap fenomenal, seperti Neno Warisman, Buni Yani, hingga Ahmad Dhani menjadi bagian di dalamnya. Mereka berperan sebagai penggawa di timses Prabowo-Sandi.

Berikut kumparan merangkum 5 penggawas timses Prabowo - Sandi:

1. Neno Warisman

Salah satu inisiator dari gerakan #2019Gantipresiden ini ditempatkan menjadi Wakil Ketua Tim Sukses. Penempatan Neno dalam posisi strategis tersebut pertama kali diungkapkan oleh Ketua DPP PAN Yandri Susanto. Menurutnya, Prabowo yang mengajak Neno dan disambut baik oleh yang bersangkutan.

"Mbak Neno langsung menyampaikan bersedia dan ikhlas seikhlas ikhlasnya bergabung dalam timses Prabowo dan waktu itu juga disepakati Mbak Neno di posisi wakil ketua timses,” kata Yandri di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/9).

Menurut Yandri, keputusan tersebut diambil secara mufakat dalam rapat yang dipimpin oleh Prabowo Rabu (18/9) malam. 

2.Buni Yani

Nama Buni Yani pertama kali dimunculkan Ketua Tim Pemenangan Djoko Santoso. Saat itu, keduanya tengah hadir dalam deklarasi relawan Prabowo-Sandi beberapa waktu lalu. Djoko mengkonfirmasi keterlibatan Buni yang nantinya bertanggung jawab di divisi media sosial.

“Iya iya masuk. Tim medsos dia,” ungkap Djoko.

Menanggapi hal tersebut, Buni pun mengaku siap. Ia bersedia masuk ke timses Prabowo - Sandi karena kecewa dengan pemerintaahan Presiden Jokowi yang menurutnya tak adil pada sebagain kelompok masyarakat.

“Atas ketidakadilan itulah saya melawan. Betul saya bergabung (dengan timses). Ini kan Pak Prabowo kita harapkan untuk menggantikan orang enggak benar,” kata Buni di kediaman Djoko Santoso, Bambu Apus, Jakarta Timur, Jumat (14/9).

3. Muhammad Al Khaththath

Sekjen Forum Umat Islam ini menjadi salah satu perwakilan dari kalangan ulama. Sebelumnya, yang bersangkutan juga cukup dikenal karena kerap menyuarakan kritik terhadap pemerintahan Jokowi. Bahkan, Al Khaththath juga menjadi salah satu tokoh yang menggalakan aksi bela islam seperti 212 dan 411.

“Ada KH Rosyid, ada ustad Muhammad Al Khaththath di dalamnya. Jadi cukup banyak yang akan menjadi bagian timses ini. Yusuf Martak tentu,”kata Sekjen PAN Eddy Soeparno.

4. Ahmad Dhani

Satu lagi inisiator gerakan #2019Gantipresiden yang menjadi tim pemenangan Prabowo-Sandi, yakni musisi Ahmad Dhani. Terlepas dari keanggotaanya sebagai kader Gerindra, Dhani memang vokal menyuarakan kritik terhadap beberapa kebijakan yang ada dalam pemerintahan Jokowi. 

Ketua DPP PKS Pipin Sopian menegaskan Dhani menjadi juru kampanye dari Gerindra.

"Beliau sebagai juru kampanye dari Gerindra," kata Pipin usai rapat dengan sekjen koalisi Prabowo-Sandi di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (19/9).

5. Dahnil Anzar Simanjuntak

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak bahkan disebut-sebut siap mengundurkan diri dari jabatannya sebagai PNS hanya karena ingin bergabung dengan Prabowo - Sandi.

Sekjen PAN Eddy Soeparno menjelaskan hal itu agar bisa fokus terlibat dalam proses pemenangan nanti.

“Bahkan Mas Dahnil sebagai seorang PNS menyatakan diri siap mundur agar bisa berfokus penuh menjalankam fungsinya sebagai kordinator jubir selama delapan bulan ke depan,” ujarnya. 

Selain 5 nama tersebut, beberapa nama lainnya seperti Rizal Ramli, Ratna Sarumpaet, Natalius Pigai, hingga Yenny Wahid juga diusulkan untuk bergabung dengan koalisi. Namun, hingga kini belum ada keputusan resmi dari sejumlah nama tersebut.

"Mudah-mudahan besok sudah ada kepastian. Kami kan enggak bisa sendirian masukin nama orang. Perlu dikaji dulu plus minus-nya. Dan yang penting adalah perlu konfirmasi yang bersangkutan," kata Ketua DPP PKS Pipin Sopian di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (19/9). [kmp]

Loading...
loading...