logo

2 Agustus 2018

Ustaz Abdul Somad Menolak Jadi Cawapres Prabowo, Ratna Sarumpaet Tulis Begini

Ustaz Abdul Somad Menolak Jadi Cawapres Prabowo, Ratna Sarumpaet Tulis Begini


GELORA.CO - DORONGAN untuk mendampingi Prabowo Subianto menjadi calon wakil presiden (cawapres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, ditolak Ustaz Abdul Somad.

Ustaz Abdul Somad memilih berjuang dalam dunia pendidikan. Keputusan tersebut, menurut aktivis sosial Ratna Sarumpaet, harus dapat dihargai seluruh umat.

Terlebih, keputusan mulia Ustaz Abdul Somad untuk terus mengedukasi masyarakat lewat tausiahnya, dibandingkan memilih kekuasaan yang menggiurkan dalam dunia politik.

"UAS memilih fokus di dunia pendidikan dan dakwah hingga akhir hayatnya. Alhamdulillah. Mari kita mendoakan dan menghormati Keputusan beliau," tulis Ratna Sarumpaet lewat akun twitternya @RatnaSPaet, Kamis (2/8/2018).

Lewat postingannya, dirinya turut melampirkan tautan sebuah portal berita, suarajatim.co.id. Dalam laporan, Ustaz Abdul Somad mengaku menolak tawaran menjadi pendamping Prabowo Subianto ketika Tablig Akbar di Universitas Sultan Agung (Unissula), Semarang, Jawa Tengah, Senin (30/7/2018).

"Doakan Ustadz Somad istiqomah jadi ustadz sampai mati. Ini ada dunia pendidikan dan dakwah. Biarkan Ustadz Somad fokus pada dunia pendidikan dan dakwah saja," ungkap Abdul Somad dikutip dari suarajatim.co.id berjudul 'Tolak Ijtima Ulama, UAS Bebas Dari Jebakan Politik Praktis, Rabu (1/8/2018).

Sebelumnya, penolakan Ustaz Abdul Somad untuk menjadi cawapres disyaratkan lewat postingan Instagramnya, @ustadzabdulsomad pada Minggu (29/7/2018). Dirinya menyebut pasangan terbaik adalah Prabowo-Salim Segaf Al Jufri yang disebutnya, Tentara-Ulama.

"Selamat! Ternyata kerumunan sudah berubah menjadi barisan kekuatan. Prabowo-Habib Salim pasangan tawazun (seimbang) antara ketegasan tentara dan kelembutan Ulama, Jawa non-Jawa, nasionalis-religius, plus barokah darah Nabi dalam diri Habib Salim. Biarlah saya jadi suluh di tengah kelam, setetes embun di tengah sahara. Tak sungkan berbisik ke Habib Salim, tak segan bersalam ke Jenderal Prabowo," tulis Ustadz Abdul Somad.

"Setelah Sayyidina Umar bin Khattab wafat, sebagian Sahabat ingin membaiat Abdullah -anak Sayyidina Umar- sebagai pengganti. Beliau menolak lembut, karena bidang pengabdian ada banyak pintu. Fokus di pendidikan dan dakwah. Al-Faqiir Ilaa Rabbih, Abdul Somad," tambahnya.



Dalam poster yang diunggahnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berdampingan dengan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al Jufri. Prabowo disebut merupakan sosok Jenderal tegas dan berani serta tidak bisa dibeli, cinta habaib dan ulama, bela santri dan pesantren, mewakili Indonesia Barat.

Sedangkan Salim Asegaf Al Jufri yang diketahui mantan Menteri Sosial era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu disebut mewakili Indonesia Tengah dan Timur, juga mewakili Habaib dan Ulama, pengalaman jadi menteri dan duta besar, diterima NU dan Muhammadiyah, cerdas dan berani, clear dan clean.

Keputusan Ustaz Abdul Somad pun diapresiasi sejumlah pihak, salah satunya Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Lewat akun twitternya @fahrihamzah, dirinya menyampaikan salut.

"Aku Bersyukur ust. Abdul Somad telah terbebas dari jebakan pilihan politik yang dapat membuatnya salah jalan. Tetaplah menjadi lentera ya Ustadz, karena tak banyak yg bisa berbicara apa adanya. Juru bicara kejujuran dan ketulusan semakin langka oleh kepalsuan topeng2 dunia," tulisnya lewat akun @fahrihamzah pada Minggu (29/7/2018) lalu. [tribun]

Loading...
loading...