logo

31 Agustus 2018

Ustaz Abdul Somad Batalkan Sepihak Ceramah di Semarang

Ustaz Abdul Somad Batalkan Sepihak Ceramah di Semarang


GELORA.CO - Rencana ceramah pendakwah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) di Kota Semarang kembali memunculkan tanda tanya. Jika sebelumnya sempat menuai penolakan, kali ini UAS justru membatalkan sepihak mengisi ceramah di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Pembatalan sepihak ceramah UAS itu didapatkan pihak panitia melalui pesan WhatsApp pada Rabu, 28 Agustus 2018 lalu. Sedianya, UAS akan mengisi pengajian usai salat subuh di MAJT pada Minggu, 2 September 2018 mendatang.

"Iya dibatalkan lewat (pesan) Whatsapp oleh pihak sana (UAS), " kata Ketua DPP MAJT KH Noor Ahmad saat dikonfirmasi, Jumat, 31 Agustus 2018.

Ahmad sendiri tak mengetahui pasti alasan UAS membatalkan sepihak ceramah di masjid terbesar di Jawa Tengah itu. Apalagi saat membatalkan, pihak UAS tidak menyertakan alasannya secara rinci. Padahal, panitia sudah berusaha menanyakan alasan dibalik ketidaksediaan UAS menghadiri pengajian subuh yang di MAJT.

"Ditanya tidak menjawab. Padahal kita juga akan menyiapkan fasilitas kalau ada apa-apa," ungkapnya.

Pihaknya pun enggan mengira-ngira alasan UAS tak bersedia hadir di Semarang. Termasuk apakah hal itu terkait dengan penolakan UAS saat mengisi ceramah di Semarang sebelumnya. "Tunggu saja hasil klarifikasi kami ke UAS," imbuh dia.

Atas batalnya pengajian UAS itu, pihaknya pun menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Ia menegaskan jika yang membatalkan pengajian di MAJT tersebut bukan pihak panitia, aparat kepolisian serta pemerintah.

Bila pembatalan UAS lebih dilatarbelakangi karena masih adanya segelintir masyarakat yang menolak, Ahmad mengaku, ke depan MAJT siap menjadi fasilitator dialog UAS dengan elemen masyarakat tersebut.

Sebelumnya, organisasi Patriot Garuda Nusantara (PGN) Jawa Tengah menolak dakwah Ustaz Abdul Somad di Kota Semarang, Jawa Tengah pada 30-31 Juli 2018 lalu. Ketua PGN Jawa Tengah, Mohammad Mustofa Mahendra menuding jika penceramah asal Pekanbaru itu sebagai tokoh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). [viva]

Loading...
loading...