logo

20 Agustus 2018

Tiang Pengerek Bendera China di Asian Games 2018 Roboh

Tiang Pengerek Bendera China di Asian Games 2018 Roboh


GELORA.CO - Tiang yang digunakan untuk mengerek bendera China dan Jepang roboh pada seremoni juara cabang olahraga renang nomor 200 meter gaya bebas putra Asian Games 2018 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno pada Minggu (19/8).

Insiden tersebut mengagetkan seisi stadion, terutama para pendukung dua negara tersebut. Pasalnya, mereka sedang merayakan atlet kebanggaan mereka yakni Sun Yang yang berhasil merebut medali emas usai mengalahkan perenang Jepang Katsuhiro Matsumoto di posisi kedua dan perenang China Ji Xinjie.

Ketiga bendera itu jatuh saat sudah hampir mencapai puncak tiang. Panitia langsung bertindak saat ketiga bendera itu jatuh, lagu kebangsaan China pun dihentikan.

Butuh waktu hampir tiga menit untuk menyangkutkan ketiga bendera itu ke tiang utama. Setelah berhasil, lagu kebangsaan kembali diputar tanpa menaikkan ketiga bendera itu.

"Itu tidak apa-apa, terkadang hal tersebut terjadi. Mereka hanya perlu berlatih bila situasi tersebut terjadi. Beruntung, panitia bertindak dengan cepat," kata salah seorang penoton bernama Abhijit Desmukh yang berasal dari India kepada CNNIndonesia.com.

Pada kesempatan berikutnya, tiang bendera kembali digunakan untuk upacara juara renang nomor 200 meter gaya punggung putri. Namun, bendera tidak dipasang di tiang utama melainkan dipegang oleh tiga orang berseragam.

Salah seorang petugas yang memegang bendera China nomor satu sempat kebingungan dan hampir terbalik menunjukkan tampak depan bendera tersebut. Hal itu sempat mendapat sorakan penonton.

Akhirnya, lagu kebangsaan kebangsaan China untuk kedua kalinya dikumandangkan tanpa dinaikkan ke tiang puncak.

Setelah pengibaran bendera di kesempatan kedua itu, petugas masuk membawa tiang penyangga bendera podium yang baru.

Setelah dipasang dan dicek dengan menarik tiang tersebut sampai puncak berhasil, upacara penyerahan medali berikutnya kembali normal. Bendera para juara kembali sampai puncak. [cnn]

Loading...
loading...