Pesan Ustadz Abdul Somad di Tengah Pilpres Memanas
logo

12 Agustus 2018

Pesan Ustadz Abdul Somad di Tengah Pilpres Memanas

Pesan Ustadz Abdul Somad di Tengah Pilpres Memanas


GELORA.CO - Suasana politik tanah air mulai memanas. Di mulai dari proses pemilihan bakal Capres-cawapres Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno,hingga kedua pasangan mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Namun, di tengah proses menuju Pemilihan Presiden 2019, Empat penceramah kondang yakni Ustazz Abdul Somad, Ustaz Hanan Attaki, Ustaz Felix Siauw, dan Ustaz Oemar Mita muncul bersama di sebuah video yang diunggah di Youtube, Minggu (12/8/2018).

Meski tidak menyebut kaitan dengan proses politik yang terjadi di Indonesia, keempatnya menyerukan pesan persatuan.

Video yang diunggah melalui akun Tafaqquh Video, yang bisa dikatakan akun resmi Ustadz Abdul Somad itu, mengajak umat menjaga persatuan, dan mensyukuri perbedaan.

Video diberi judul KEBERANEKA-RAGAMAN YANG INDAH || Pesan Persatuan Ustadz "Zaman Now".



"Allah ciptakan berbeda-beda, kulit, bentuk rupa, kemampuan akal beda, fisik beda, harta beda. Ditengah keberankearagaman itu ada keindahan. Kami (para ulama) dari latar belakang berbeda, suku, kita ada perkara yang kita sepakati, ada yang berbeda, kita berlapang dada menerima perbedaan," ujar Abdul Somad.

Sedangkan ustadz Oemar mengatakan, jika kita tidak sepakat dalam beberapa hal, tapi ada yang kita sepakati. "Bahwa kita saudara, kita selayaknya pakaian saling menghiasi, menata jalan keimanan," tuturnya.

Sementara Ustaz Felix Siauw berpendapat, Ia selalu meminta kepada Allah SWT agar terjadi persatuan kaum muslim.

"Bagi saya tidak ada yang lebih penting dari persatuan. Allah sampaikan dalam Alquran, persatuan ini tidak bisa dibeli. Seberapapun yang kita punya, Balikan yok, jadi satu lagi," tutur Felix.

Dai Kondang Hanan Attaki pun mengungkapkan hal senada. Ia mengatakan, persatuan dimulai dari hati masing-masing.

"Karena Allah banyak bicara urusan hati. Bukan berarti yang kita setujui, orang lain harus setuju. Kita harus punya rasa empati, care,  mudah-mudahan ini jadi semangat kita, mari kita berangkulan tangan," tuturnya. [tribun]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...