Perbedaan Soekarno, Soeharto dan Jokowi

Perbedaan Soekarno, Soeharto dan Jokowi

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Pidato Presiden Joko Widodo dalam rapat umum relawan di SICC, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/8) menuai pro dan kontra di tengah masyarakat.

Pasalnya, Jokowi yang akan menjadi petahana pada Pilpres 2019 meminta para relawannya untuk berani jika diajak berantem alias berkelahi.

Di media sosial, viral komparasi antara Presiden pertama Soekarno, Presiden kedua Soeharto dengan Jokowi atas pernyataannya itu.

Berikut isi meme yang sudah viral itu:

Soekarno: "Biarkan aku yang robek dan hancur dari pada terjadi perang saudara".

Soeharto: "Agar tidak terjadi pertumpahan darah. Ya sudahlah, saya berhenti jadi presiden".

Jokowi: "Relawan tidak boleh takut. Kalau diajak berantem juga harus berani".

Pendukung Jokowi ramai-ramai telah membantah bahwa tidak ada ajakan berkelahi atau provokasi dalam pidato itu. Mereka meminta seruan Jokowi kepada para relawan tidak disalahartikan.

Jokowi sendiri juga meminta, agar pernyataan dalam pidatonya tidak dikutip sepotong-sepotong. Dia meminta agar pernyataannya dipahami secara keseluruhan sehingga tidak menimbulkan tafsir yang berbeda. [rmol]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita