logo

28 Agustus 2018

Menko Darmin Sebut 1,8 Juta Ton Beras Impor Sudah Masuk RI

Menko Darmin Sebut 1,8 Juta Ton Beras Impor Sudah Masuk RI


GELORA.CO - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut total impor beras yang sudah masuk ke Indonesia hingga saat ini baru mencapai 1,8 juta ton dari target 2 juta ton.

"Ada yang sudah datang, ada yang masih di pelabuhan juga. Tetapi angkanya 1,8 juta," kata Darmin, seperti dilansir Antara, Senin (27/8).

Menurut Darmin, impor dilakukan sebagai upaya pemerintah menstabilkan harga beras agar sesuai harga eceran tertinggi (HET). 

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) mencatat bahwa harga beras medium sejak awal tahun sudah bertengger di atas Rp11 ribu per kilogram. Per hari ini saja, rata-rata harga beras medium nasional ada di angka Rp11.500 per kg.

Angka itu sudah tercatat lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) beras sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 57 Tahun 2017. Beleid itu menyebut, HET beras medium dipatok mulai Rp9.450 per kg hingga Rp10.250 per kg.

Kendati menargetkan impor 2 juta ton beras, Kementerian Perdagangan menyebut impor tersebut lebih rendah dibanding 2014 yang mencapai 2,5 juta ton. Pemerintah pada 2015-2016 juga membuka keran impor beras sekitar 1,5 juta ton. 

Senada, Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar Utomo mengatakan impor beras yang sudah terealisasi baru 1,84 juta ton dari izin impor yang diajukan pada 2018 sebesar 2 juta ton.

Selain memperkuat cadangan beras dari impor, Bulog juga melakukan serap gabah sekitar 5 rubu ton per hari. Bulog pun mengaku bakal berupaya meningkatkan serapan gabah menjadi 10 ribu ton per hari mengingat masa panen yang bervariasi.

"Dulu Juli masih di atas 10 ribu, sekarang kan masih bervariasi, bukan karena kemarau. Sebagian masih banyak yang panen, Sulawesi Selatan masih penuh. Sehari masih bisa ribuan ton," kata Bachtiar.

Impor beras sebanyak dua juta ton oleh Perum Bulog dilakukan secara bertahap, di antaranya sebanyak 500 ribu ton beras pada Februari 2018 dan 500 ribu ton pada Mei 2018. Sementara itu, sisa kuota impor 1 juta ton akan dipenuhi sebelum akhir September 2018. [cnn]

Loading...
loading...