logo

28 Agustus 2018

Massa Pro-Kontra Jokowi Bakal 'Serbu' Karawang 2 September

Massa Pro-Kontra Jokowi Bakal 'Serbu' Karawang 2 September


GELORA.CO - Ribuan massa #2019GantiPresiden dan #2019TetapJokowi berencana menggelar acara deklarasi di Lapang Karang Pawitan, Karawang, Jawa Barat pada Minggu (2/9).

Kedua kelompok massa itu pun telah mengirimkan surat pemberitahuan ke Polres Karawang. Kelompok #2019GantiPresiden mengirim surat pemberitahuan pada 10 Agustus, sementara kelompok #2019TetapJokowi mengirim surat pemberitahuan pada 27 Agustus.

Dalam surat pemberitahuan itu, kelompok #2019GantiPresiden menyatakan akan menghadirkan sebanyak 3.000 orang. Sedangkan kelompok #2019TetapJokowi memberitahu akan menghadirkan kurang lebih 5.000 orang.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Barat Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pihaknya masih mempelajari dan meneliti dua surat pemberitahuan tersebut.

Dia mengatakan aspek keamanan dan ketertiban akan digunakan untuk menyikapi pemberitahuan kelompok #2019GantiPresiden dan #2019TetapJokowi tersebut.

"Polda Jawa Barat masih pelajari dan teliti ya tentu dari aspek keamanan dan ketertiban sebagai tupoksi (tugas pokok dan fungsi) Polri," kata Trunoyudo lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (28/8).

Kasus Pekanbaru dan Surabaya

Sebelumnya, polisi tidak memberikan izin penyelenggaraan acara Deklarasi #2019GantiPresiden yang hendak berlangsung di Pekanbaru, Riau dan Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu (25/8) lalu.

Neno Warisman dan Ahmad Dhani, dua sosok yang akrab dengan gerakan #2019GantiPresiden, pun dilarang menghadiri acara Deklarasi #2019GantiPresiden di dua lokasi berbeda itu. Neno di Pekanbaru sedangkan Dhani di Surabaya pada Sabtu (25/6) lalu.

Neno diadang ratusan orang di gerbang Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, Sabtu (25/8) sore. Tokoh penggerak #2019GantiPresiden akhirnya memutuskan pulang ke Jakarta setelah diminta pulang oleh kepolisian setempat dengan alasan keamanan.

Sementara Dhani ditolak oleh kelompok masyarakat yang tak setuju dengan kegiatan tersebut setelah mendapat penolakan dari massa anti #2019GantiPresiden. Kedua massa antara yang pro dan anti sempat ricuh. Mereka sempat terlibat saling dorong namun dapat dipisahkan pihak kepolisian. [cnn]

Loading...
loading...