Hashim Minta Dana Acara IMF Dipangkas Separuh untuk Lombok
logo

27 Agustus 2018

Hashim Minta Dana Acara IMF Dipangkas Separuh untuk Lombok

Hashim Minta Dana Acara IMF Dipangkas Separuh untuk Lombok


GELORA.CO -  Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo meminta pemerintah mengalihkan sebagian besar dana penyelenggaraan acara Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-World Bank (Bank Dunia) untuk penanganan bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurutnya, dana Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia yang berkisar Rp855,5 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 harus dipangkas untuk membantu korban bencana alam serta rekonstruksi dan rehabilitasi wilayah Lombok pascagempa.

"Gerindra menyerukan kepada pemerintah untuk mengalihkan setengah atau sebagian besar anggaran Pertemuan IMF di Bali yang sebesar Rp855,5 miliar untuk membantu korban dan bencana di Lombok," kata Hashim dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/8).

Dia menjelaskan langkah ini merupakan solusi untuk mengatasi pencairan dana rekonstruksi dan rehabilitasi rumah warga korban bencana alam di Lombok yang masih terkendala waktu. 

Butuh Bantuan Segera

Hashim menilai, langkah ini juga akan bermanfaat dan efektif karena dana yang dianggarkan pemerintah untuk menyelenggarakan pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali pada pada 8 hingga 14 Oktober 2018 mendatang mencapai ratusan miliar rupiah.

"Tak ada salahnya dana yang besar untuk menyambut tamu IMF dan Bank Dunia tersebut sebagian besar untuk membangun Lombok kembali," ujarnya.

Hashim berpendapat, langkah ini juga penting karena berdasarkan catatan Gerindra kondisi korban dan masyarakat yang berada di Lombok dalam beberapa hari setelah gempa masih dalam situasi sulit dan membutuhkan bantuan.

"Mereka sangat membutuhkan bantuan segera," tutur Hashim.

Hashim juga meyakini Bank Dunia tidak akan keberatan jika dana tersebht dipangkas untuk membantu para korban bencana di Lombok. "Saya yakin Bank Dunia akan mengapresiasi langkah ini, pengentasan kemiskinan masuk dalam kerangka kerja mereka," ujar Hashim.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya mengklaim proses persiapan IMF-World Bank sudah mencapai 85 persen. 

Luhut merinci, persiapan yang dimaksud antara lain lokasi pelaksanaan, keamanan, hingga transportasi. "Sisanya 15 persen tinggal pelaksanaan saja, dari semua hampir selesai," tutur Luhut pada awal Agustus. [cnn]

Loading...
loading...