logo

28 Agustus 2018

Elite Demokrat: Petahana Tak Siap Berkompetisi Secara Fair

Elite Demokrat: Petahana Tak Siap Berkompetisi Secara Fair


GELORA.CO - Aktivis #2019GantiPresiden, Neno Warisman kembali diadang massa saat akan menghadiri deklarasi gerakan tersebut di Pekanbaru, Riau, Sabtu, 25 Agustus 2018. Polemik ini pun memantik perdebatan.

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Demokrat Ferdinand Hutahaen mengatakan bahwa aksi massa yang mengadang di Riau dan Surabaya sebagai bentuk tindak nyata pihak penguasa terhadap lawan politiknya.

"Petahana tidak siap berkompetisi dalam demokrasi ini secara fair. Saya tidak ingin menyalahkan polisi, mereka adalah prajurit yang baik yang patuh pada janji dan hormat pada hirarki komando," kata Ferdinand kepada wartawan, Senin malam, 27 Agustus 2018.

Bagi dia, aparat di lapangan hanya melaksanakan tugas. Menurutnya, kejadian di Pekanbaru terhadap Neno Warisman diduga sebagai cara yang ingin mengambil keuntungan politik dari jabatannya.

Ferdinand juga menyoroti sebaiknya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan DPR ikut mengawasi kasus persekusi ini. Sebab, di satu sisi, gerakan #JokowiDuaPeriode di berbagai daerah selama ini tak ada masalah.

"Dengan memberi perintah kepada polisi atau orang-orang di seputaran presiden yang memberi order. Ini yang harus diselidiki oleh DPR maupun Bawaslu, ada atau tidak penyalahgunaan kekuasaan," tutur Ferdinand.

Kemudian, ia juga menyinggung cara pengerahan massa dan aparat untuk menghadang aktivis #2019GantiPresiden sebagai bentuk pembungkaman hak warga negara. Dikhawatirkan, bila tindakan represif ini tak disetop maka Pemilu 2019 akan berlangsung curang.

"Pemilu akan berlangsung curang dan tidak adil dengan memperalat kewenangan aparat negara. Kita meminta semua pihak, agar menghormati hak demokrasi dan dan hak warga negara yang diatur konstitusi," jelasnya.

Sebelumnya, Neno Warisman juga pernah diadang massa saat ingin menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden di Batam, Kepulauan Riau. Untuk di Pekanbaru, rencananya Neno akan mengikuti aksi deklarasi #2019GantiPresiden yang digelar pada Minggu, 26 Agustus 2018.

Neno tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pada Sabtu petang dengan penerbangan dari bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Namun, penghadangan massa membuat mobil yang membawa ustazah itu tak bisa keluar dari area bandara. [viva]

Loading...
loading...