Ditolak Pemkot, Deklarasi #2019GantiPresiden Geser ke Banten Lama
logo

7 Agustus 2018

Ditolak Pemkot, Deklarasi #2019GantiPresiden Geser ke Banten Lama

Ditolak Pemkot, Deklarasi #2019GantiPresiden Geser ke Banten Lama


GELORA.CO - Pemkot Serang menolak izin penggunaan Alun-alun Barat untuk deklarasi #2019GantiPresiden. Alhasil, panitia memindahkan acara tersebut. Pelaksanaan dilakukan di lapangan parkir Kenadziran Kasunyatan di kawasan Banten Lama.

Panitia lokal Sudrajat Sahrudin menjelaskan, deklarasi tetap dilakukan pada Jumat 10 Agustus pukul 13.00 WIB. Ia mengklaim estimasi relawan yang datang sebanyak 2.000-2.500 orang. Para presidium gerakan tagar ini juga datang bersama seniman Ahmad Dhani. Ia belum bisa mengatakan siapa tokoh nasional yang dipastikan datang.

"Berdasarkan hasil ijtimak kiai kami, deklarasi tetap kami lakukan," ujar Sudrajat kepada wartawan di Ponpes Al Islam, Serang, Banten, Selasa (7/8/2018).

Pemilihan tempat di Banten lama menurutnya memiliki sejarah terkait masa kesultanan. Izin menurutnya sudah disampaikan baik kepada pihak kepolisian, petugas desa dan RW setempat.

"Itu tempat bersejarah dan karena kita taat hukum, ulama dan pemerintah," ujarnya.

Sebelumnya, Pemkot Serang menolak izin pemakaian Alun-alun Barat dan Stadion Maulana Yusuf untuk acara deklarasi #2019GantiPresiden. Penolakan diberikan karena lokasi tersebut dipersiapkan untuk acara pawai obor Asian Games.

"Bukan hanya pihak itu, semua yang akan menggunakan alun-alun tidak akan diberikan izin," ujar Plt Dinas Kominfo Kota Serang Hari Pamungkas kepada detikcom.

Larangan ini menurutnya diberikan sejak tanggal 8-31 Agustus. Karena selain untuk persiapan Asian Games, lokasi strategis tersebut digunakan dalam rangkaian HUT Kota dan perayaan kemerdekaan RI.

Sebelumnya, Ketua MUI Banten AM Romly juga meminta deklarasi ini ditunda. Ia khawatir akan munculnya kegaduhan di tengah masyarakat sebelum masa kampanye resmi dibuka.

"Menurut saya, yang pertama memang hak mereka untuk mengeluarkan pendapat. Tapi, sebaiknya diundur nanti pada masa kampanye saja. Karena yang menggantikannya juga siapa kalau diganti, kan belum ada orangnya," kata Romly pasa Kamis (2/8) lalu. [detik]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...