Abu Janda Sebut Tommy Tidak Suka Sandi, Ini Tanggapan Sekjen Berkarya
logo

24 Agustus 2018

Abu Janda Sebut Tommy Tidak Suka Sandi, Ini Tanggapan Sekjen Berkarya

Abu Janda Sebut Tommy Tidak Suka Sandi, Ini Tanggapan Sekjen Berkarya


GELORA.CO - Dukungan Partai Berkarya kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno di Pemilu Presiden (Pilpres) diragukan, karena Ketua Umumnya Tommy Soeharto disebut tidak suka dengan watak Sandi sebagai seorang pebisnis. Hal itu diutarakan oleh Arya Permadi alias Abu Janda dalam cuitan akun twitternya @Sentot_Abujanda.

Menanggapi itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso menyebut pernyataan itu hanya mengada-ngada. Ia meminta masyarakat tidak begitu saja percaya dengan pernyataan tersebut.

"Wah itu salah besar, yang tahu Pak Tomi adalah saya sebagai Sekjen bukan orang lain, termasuk Pak Abu Janda. Dan saya pastikan itu salah kaprah. Saya berharap masyarakat luas tidak memercayai kecuali dari sumber resmi," ujar Priyo di DPP PAN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/8).

Mantan Wakil Ketua DPR RI itu memastikan Partai Berkarya mendukung penuh pasangan Prabowo-Sandi. Hal itu sudah menjadi keputusan final partai.

"Sekali lagi saya sampaikan, DPP Berkarya total football akan ikut bersama-sama parpol koalisi pendukung lainnya memenangkan Prabowo-Sandi," tegas Priyo.

Priyo menuturkan, saat Sandi menyambangi kediaman Cendana dalam peringatan wafatnya Raden Ayu Siti Hartinah alias Tien Soeharto pada Rabu (22/8) Malam, perbincangan petinggi Partai Berkarya dengan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu berlangsung harmonis. Tidak seperti yang dituduhkan Abu Janda.

"Saat itu kami bincang panjang termasuk dengan mas Sandi dan pak Djoko Santoso, mereka mengajak khusus kiranya partai Berkarya bisa terlibat aktif, dan saya menjawab kami bahkan super aktif dari partai Berkarya terlibat penuh memenangkan Prabowo-Sandi," jelasnya.

Meski demikian Priyo mengakui di koalisi oposisi, belum banyak terjadi pertemuan bersama seluruh partai. Sejauh ini komunikasi lebih intens menggunakan telepon.

"Kalau kontak antar Sekjen sudah sering by phone. Kita mencari waktu yang tepat sambil menunggu pengumuman resmi pada saat pak Djoko Santoso atau siapapun nanti yang ditunjuk sebagai ketua timses resmi," tandasnya. [jpc]

Loading...
loading...