TGB Dukung Jokowi: Pro-Jokowi Gembira, Oposisi Terkaget-kaget
logo

5 Juli 2018

TGB Dukung Jokowi: Pro-Jokowi Gembira, Oposisi Terkaget-kaget

TGB Dukung Jokowi: Pro-Jokowi Gembira, Oposisi Terkaget-kaget


GELORA.CO - Gubernur NTB TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menyatakan dukungan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melanjutkan kepemimpinan di periode kedua. Pernyataan sikap dari TGB disambut baik parpol koalisi pengusung Jokowi.

Dihimpun detikcom, Kamis (5/7/2018), PDIP mengaku gembira atas dukungan dari TGB. Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menebak TGB terkesan oleh kinerja Jokowi.

"Tentu dukungan tersebut diberikan karena ada bukti-bukti yang meyakinkan tentang kerja dan kinerja yang didukung," kata Hendrawan.

Hal senada disampaikan Golkar. Partai berlambang pohon beringin itu menyatakan TGB bisa memenangkan Jokowi di Pilpres 2019. Sebab, NTB merupakan salah satu wilayah kekalahan Jokowi pada Pilpres 2014. 

"Positif dan bagus sekali untuk memperkuat pemenangan Pak Jokowi dalam Pilpres 2019. Sebagaimana yang kita tahu bahwa NTB merupakan daerah di mana Pak Jokowi dalam Pilpres 2014 kalah," ujar Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily.

PPP dan PKB menambahkan dukungan TGB kian mempertegas bahwa Jokowi memiliki kedekatan dengan umat Islam. Jokowi selama ini diisukan anti-Islam.

"Dukungan ini makin menepis prasangka bahwa Pak Jokowi itu anti-Islam dan tidak memperhatikan kepentingan serta aspirasi umat Islam," tutur Sekjen PPP Arsul Sani.

Ada pula PAN yang menilai dukungan TGB ke Jokowi aneh. Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay juga ragu dukungan itu akan berpengaruh terhadap kemenangan Jokowi.

"Aneh juga sebetulnya. Sebab, selama ini, TGB terkesan menginginkan perubahan. Buktinya, beliau banyak keliling Indonesia. Bahkan saya dengar sudah ada jaringan relawan di banyak wilayah," ucap Saleh.

Partai Demokrat tempat TGB bernaung ikut menanggapi. Diketahui, TGB duduk sebagai anggota Majelis Tinggi PD. Demokrat sendiri belum bersikap untuk Pilpres 2019.

PD mengucapkan selamat atas dukungan TGB itu. Namun PD menegaskan belum mendukung siapa pun untuk Pilpres 2019.

"Komen dari kami cuma selamat untuk TGB yang telah menyatakan sikap mendukung Jokowi dan kami menghormati sikap itu. Tapi sikap Demokrat hingga saat ini belum diputuskan apa pun," ujar Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean.

Partai oposisi tak ketinggalan bersuara. Gerindra mengaku kaget atas sikap TGB itu.

"Terus terang, ini agak mengagetkan kenapa Pak TGB tiba-tiba ada di kubu Pak Jokowi. Apalagi kelompok ulama, kan pihak yang sejalan dengan Pak TGB tidak berpihak kepada Pak Jokowi, kan," ujar anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade.

Namun PKS, yang juga menjadi oposisi Jokowi, justru tampak tak kaget atas sikap TGB. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera cuma mengingatkan langkah TGB mendukung Jokowi akan dicatat umat.

"Tidak mengagetkan. Di politik semua bisa terjadi. Tapi umat akan mencatat dengan baik," kata Mardani.

Tak sampai di situ, komentar datang dari eks partai yang pernah jadi kendaraan politik TGB saat jadi anggota DPR periode 2004-2009 dan saat maju dalam Pilgub NTB 2008. PBB menyebut TGB pintar mencari momen.

Ketua Bidang Pemenangan Presiden PBB Sukmo Harsono mengaku tak heran atas sikap TGB yang tiba-tiba saja menyatakan dukungan kepada Jokowi, meski PD belum menyatakan sikap di Pilpres 2019. 

"Dulu baru selesai kuliah kembali ke Indonesia pas milih momen bergabung dengan PBB dan duduk sebagai anggota DPR RI. Kemudian di momen yang pas dapat dukungan maju pilgub dari PBB dan menang," tutur Sukmo. 

"Berikutnya tinggalkan PBB gabung ke Demokrat untuk dapat maju lagi di pilgub periode kedua. Sekarang setelah hampir habis jabatannya sangat cerdas berbeda pendapat dengan Demokrat, beliau mendukung Pak Jokowi," imbuhnya.

Hal yang sama disampaikan Persaudaraan Alumni (PA) 212. Juru bicara PA 212 Novel Bamukmin mengatakan rekam jejak TGB di bidang politik membuat langkah mendukung Jokowi tak mengagetkan.

PA 212 pun akan menghapus nama TGB dari daftar calon presiden hasil Rakornas PA 212. Novel menyebut dukungan terhadap Jokowi tidak bisa ditoleransi.

"Akan kami coret kalau memang dia positif mendukung Jokowi. Karena buat kami itu harga mati untuk tidak mendukung Jokowi," pungkas Novel.[dtk]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...