12 Juli 2018

TGB Akhirnya Akui Siap Jadi Cawapres Jokowi

TGB Akhirnya Akui Siap Jadi Cawapres Jokowi


GELORA.CO - Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi menyatakan siap jadi calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Ditemui di Kantor ICMI, Jakarta Pusat, Rabu (11/7), TGB juga menegaskan siap menerima sanksi atau risiko apapun, termasuk mengundurkan diri dari Partai Demokrat terkait sikap politiknya itu.

"Kalau bertentangan dengan partai saya tetap pada posisi saya, keputusan saya untuk mendukung Bapak Jokowi. Kalau ada risiko atas pilihan itu, ya, saya akan hadapi," kata TGB seraya menegaskan sikap politiknya sebagai pilihan pribadi dan tidak mewakili partai.

Terkait kesiapan menjadi cawapres Jokowi, Gubernur NTB itu ingin berkontribusi dalam posisi jabatan publik manapun untuk berbakti bagi bangsa Indonesia.

"Suatu kehormatan yang luar biasa. Terlepas dari kesadaran keterbatasan, kemampuan secara individu, tetapi siapapun anak bangsa jangankan dalam posisi itu [cawapres], dalam posisi apapun yang bisa bekerja untuk republik yang kita cintai ini, ya tentu itu suatu kehormatan," kata TGB saat ditemui di Kantor ICMI, Jakarta Pusat, Rabu (11/7).

TGB menilai kepemimpinan Jokowi selama empat tahun terbilang berhasil.

Menurutnya, Jokowi membawa perubahan di tingkat regional maupun di tingkat nasional.

"Berdasarkan pencermatan terhadap pelaksanaan pemerintahan beliau selama empat tahun. Nah itu basisnya," ujarnya.

TGB mengakui hingga saat ini belum berkomunikasi dengan Ketua Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono terkait sikapnya mendukung Jokowi.

Di sisi lain ia meyakini partai yang menaunginya tak akan pernah mengeluarkan larangan atau sanksi bagi para kader yang menyuarakan aspirasi maupun bentuk dukungan terhadap calon tertentu.

"Sepemahaman saya tidak pernah ada larangan untuk menyuarakan aspirasi. apalagi aspirasi itu aspirasi saya pribadi," ujar TGB.

"Saya juga sudah cukup lama meminta waktu bertemu dengan bapak ketum tapi mungkin karena beliau banyak kesibukan yang lain sehingga sampai sekarang belum diberi waktu atau belum ada kesempatan," imbuhnya.

TGB sebelumnya menyatakan bahwa perubahan kepemimpinan nasional dapat menghambat perkembangan ekonomi dan sosial di wilayah ekonomi khusus di Mandalika dan NTB, yang saat ini tergolong sukses.

"Jadi ini harus dituntaskan, perlu kita dukung. Dibutuhkan dua periode untuk tuntaskan visi, misi dan transformasi," kata TGB saat berkunjung ke kantor CNN Indonesia, Jakarta. [cnn]

under construction
loading...