Tepergok Berduaan, Pejabat dan Pasangannya Disiram Air Got
logo

30 Juli 2018

Tepergok Berduaan, Pejabat dan Pasangannya Disiram Air Got

Tepergok Berduaan, Pejabat dan Pasangannya Disiram Air Got


GELORA.CO - Dusun Bukit, Gampong Paya Bujuk Seulemak, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Aceh, Sabtu (28/7) mendadak heboh.

Pasalnya, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Langsa Aceh, Said Fadly yang tengah berduaan dengan seorang perempuan di dalam kamar digerebek warga setempat.

Kejadian itu bermula ketika Said Fadly berkunjung ke rumah DK di Dusun Bukit, Gampong Paya Bujuk Seulemak, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Aceh, Sabtu (28/7).

Pejabat eselon II ini kemudian masuk ke kamar DK yang diakuinya sebagai istri sirinya. Ketika berada di dalam kamar, tiba-tiba warga datang mendobrak pintu sekitar pukul 15.00 WIB.

Said Fadly dan DK diseret keluar rumah. Selanjutnya, pasangan ini dibawa ke pinggir got. Di tempat inilah Said Fadly dan DK disiram air comberan.

Insiden Said Fadly disiram air got bersama DK direkam warga dan diunggah ke media sosial. Dalam sekejap, video tersebut viral.

Dalam video terlihat Said Fadly pasrah disiram air got yang berwarna hitam. Begitu pun istri sirinya yang terlihat mengenakan hijab. Keduanya tak melawan ketika menghadapi pengadilan warga.

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Ibrahim Latif, membenarkan kejadian tersebut. Dijelaskannya, kedua pasangan itu ditangkap warga. Wilayatul Hisbah (WH) baru diberitahukan warga sekitar pukul 16.00 WIB.

“Kemudian petugas WH mendatangi lokasi kejadian dan sesampainya di sana, keduanya telah dimandikan dengan air parit oleh warga,” ujar Ibrahim, seperti dilansir pojoksatu, Minggu (29/7).

Selanjutnya, petugas WH masuk ke dalam rumah untuk mencari barang bukti. Saat petugas tengah mencari barang bukti, tiba-tiba keduanya pergi menggunakan mobil.

“Bagaimana persis kejadiannya, kami belum mengetahui dan rencananya besok kita akan memanggil perangkat gampong setempat untuk dimintai keterangan dan jika cukup bukti maka akan kita proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tandas Ibrahim Latif.[jpnn]

Loading...
loading...