logo

20 Juli 2018

Tanggapi Kebijakan Tambahan Subsidi Solar, Ferdinand: Katanya Subsidi Tidak Mendidik, Ngajarin Malas

Tanggapi Kebijakan Tambahan Subsidi Solar, Ferdinand: Katanya Subsidi Tidak Mendidik, Ngajarin Malas


GELORA.CO - Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean turut berkomentar soal kebijakan pemerintah yang menyetujui tambahan subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Hal itu diungkapkan melalui akun Twitter miliknya, @LawanPoLitikJKW yang ditulis pada Jumat (20/7/2018).

Ferdinand menyindir dengan pernyataan bahwa subsidi tidak mendidik dan membuat malas.

Dirinya mengibaratkan jika pernyataan itu seperti menjilat ludah yang dibuang ke tanah.

"Katanya subsidi tidak mendidik, ngajarin malas, habis dibakar percuma.

Sudah tidak malu jilat ludah yg dibuang ke tanah? Ga apa2 sih.. karena kami tau kalian tidak punya malu koq," tulis Ferdinand Hutahaean.

Cuitan Ferdinand Hutahaean

Seperti dikutip dari Kompas.com, Kementerian Keuangan mengungkapkan pihaknya sudah menyetujui besaran tambahan subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, dari sebelumnya Rp 500 per liter jadi Rp 2.000 per liter.

Penerapan tambahan subsidi jenis solar akan diterapkan tahun ini, setelah diumumkan secara resmi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"(Skemanya) nanti tunggu penetapan dari Menteri ESDM. Sudah mulai tahun 2018," kata Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani saat ditemui di gedung DPR RI, Rabu (11/7/2018).

Kebijakan menambahkan subsidi untuk BBM jenis solar merupakan upaya pemerintah menyikapi kenaikan harga minyak mentah yang lebih tinggi dari asumsi makro dalam APBN 2018.

Penambahan subsidi juga dilakukan guna menjaga kondisi keuangan Pertamina tetap baik meski ada kenaikan minyak dunia dan mendapat penugasan pemerintah.

Kementerian ESDM sebelumnya memastikan tidak akan ada kenaikan harga BBM bersubsidi hingga tahun 2019. BBM bersubsidi yang dimaksud adalah jenis premium dan solar.[tribun]

Loading...
loading...