10 Juli 2018

PKS: Oposisi Harus Pakai Strategi Pilgub DKI Lawan Jokowi

PKS: Oposisi Harus Pakai Strategi Pilgub DKI Lawan Jokowi


GELORA.CO - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengaku telah mengusulkan strategi dua poros bagi partai oposisi pemerintah demi menghadapi koalisi Presiden Joko Widodo dalam kontes Pilpres 2019 mendatang. Hal ini guna mewujudkan dua putaran untuk menghadapi Jokowi seperti yang pernah dilakukan di Pilgub DKI 2017.

Sohibul menyebut, untuk menghadapi Jokowi, perlu ada tiga hingga empat pasangan calon yang muncul di putaran pertama. Sohibul menyebut jika melawan Jokowi hanya dengan formula satu paslon, maka banyak pihak yang tidak tertampung aspirasinya.

"Maka saya usulkan ada dua poros, supaya nanti muncul empat orang (dua pasangan calon dari oposisi)," kata Sohibul ditemui di DPP PKS, Jakarta Selatan, Senin (9/7).

Kata dia, pihak oposisi bisa membentuk beberapa koalisi, seperti poros Gerindra-PKS, dan Poros Demokrat-PAN-PKB. Dengan begitu, maka peluang dua putaran seperti di Pilgub DKI 2017 terbuka lebar.

"Jadi nanti ada dua putaran, seperti di DKI tahun lalu," kata Sohibul.

Melalui strategi ini, dia mengaku sudah menghitung agar semua aspirasi dan keinginan partai oposisi pemerintah ini tertampung, maka pilpres mendatang pun harus dilaksanakan dua putaran.

"Hitungannya putaran pertama itu buat menghilangkan kepenasaran lah, yang merasa wajar jadi capres terus tak terpilih jadi sudah terpenuhi di putaran pertama," kata dia.

Baru kemudian, lanjut Sohibul, koalisi oposisi ini akan bersatu melawan koalisi Jokowi di putaran kedua.

"Nanti saling dukung di putaran kedua, itu formula yang sudah saya sampaikan," katanya.

Diakui Sohibul strategi ini pun telah dia sampaikan kepada Syarif Hasan selaku Wakil Ketua Umun Demokrat.

"Sudah disampaikan ke Pak Syarif, kan sebenarnya Demokrat sebelum bertemu Gerindra itu lebih dulu ketemu kami (PKS)," katanya. [cnn]

under construction
loading...