logo

6 Juli 2018

PA 212 soal Aksi 67: Kami Harus Turun karena Polri Berpolitik

PA 212 soal Aksi 67: Kami Harus Turun karena Polri Berpolitik


GELORA.CO - Persaudaraan Alumni (PA) 212 akan menggelar aksi Jumat (6/7) atau Aksi 67 di Jakarta. Mereka akan menyuarakan sejumlah tuntutan kepada Polri agarmemproses beragam kasus yang mangkrak atau berhenti, seperti dugaan kasus ujaran kebencian kader Partai NasDem Viktor Laiskodat dan dugaan ujaran kebencian yang melibatkan akademisi UI Ade Armando.

Selain itu, masa aksi juga menuntut kepolisian agar lekas memproses kasus hukum Gubernur Kalimantan Barat Cornelis. Cornelis dilaporkan atas dugaan penodaan agama serta ujaran kebencian oleh Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) pada Selasa lalu (26/6).

"Kami harus turun lagi selama keadilan belum tegak. Polri masih berpolitik, tunduk pada kekuasaan sehingga sampai saat ini terus menimbulkan keresahan," kata Juru Bicara PA 212 Novel Bamukmin kepada CNNIndonesia.com, Jumat (6/7).

Menurut Novel, tindakan Polri meresahkan umat Islam karena banyak aktivis Islam dan ulama menjadi korban.

"Sedang mereka penista agama dengan nyaman hidup di negara ini," kata Novel.

Pengalihan Lalu Lintas

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mempersiapkan sejumlah pengalihan arus lalu lintas saat Aksi 67 yang akan berlangsung siang ini.

Pengalihan arus lalin tersebut bertujuan mengantisipasi kemacetan karena aksi yang diklaim akan diikuti 5.000 orang.

Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan pengalihan arus lalin tersebut bersifat situasional.

Artinya pengalihan arus lalin belum tentu akan dilakukan jika massa aksi tidak sebanyak yang direncanakan dan tidak menimbulkan kemacetan.

"Tujuannya supaya terwujud ketertiban lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar sehingga terbentuk opini positif dari masyarakat," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (6/7).

Kata Budiyanto, sebanyak 310 petugas lantas akan diterjunkan ke lapangan saat aksi digelar.

Polisi juga memberlakukan rekayasa lalu lintas selama aksi 67.

Sejumlah pengalihan lalu lintas akan diberlakukan dari jalan Hayam Wuruk menuju Jalan Majapahit dialihkan ke kiri Jalan Juanda. Arus lalu lintas dari Lapangan Banteng menuju Jalan Veteran akan dialihkan ke kanan ke Jalan Pos.

Berikutnya, arus lalu lintas dari Jalan Gunung Sahari menuju ke Jalan Dr Sutoyo diluruskan ke Jalan Senen Raya. Kemudian, arus lalu lintas dari Jalan Senen Raya menuju ke Jalam Budi Utomo diluruskan ke Jalan Gunung Sahari.

Arus lalu lintas yang datang dari arah Simpang Lima Senen menuju RSPAD diluruskan ke Jalan Senen Raya - Wahidin.

Selain itu, arus lalu lintas Yang datang dari Cikini Raya menuju M Ridwan Rais dialihkan ke kanan Jalan Kwitang Raya. Atau arus lalu lintas yang datang dari arah Jalan Kwitang diputar balikan kembali ke Jalan Kwitang Raya serta yang dari Kebon Sirih diluruskan ke Jalan Kwitang Raya.

Arus lalu lintas dari arah Jenderal Sudirman menuju ke Jalan Medan Merdeka Barat dialihkan ke Jalan Kebon Sirih atau Tanah Abang.

Selain rute jalan tersebut, Budiyanto mengatakan pihaknya juga menyediakan empat lokasi kantong parkir yaitu di Masjid Istiqlal, IRTI Monas, Lapangan Banteng dan PRJ Kemayoran. [cnn]

Loading...
loading...