logo

16 Juli 2018

NasDem tegaskan tak bayar artis buat jadi kader dan Caleg

NasDem tegaskan tak bayar artis buat jadi kader dan Caleg


GELORA.CO - Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate membantah isu yang beredar mengenai partainya membayar artis Rp 2 miliar untuk menjadi bagian dari partainya. Johnny pun kaget ketika mendengar adanya kabar itu.

"Hah.. banyak banget itu (Rp 2 miliar). Enggak ada. Kasih saya saja, kumpulin sini, banyak amat," ujar Johnny di Kantor KPU RI, JL Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (16/7).

Namun Johnny mengaku, partai yang dipimpin Surya Paloh tersebut tidak membayar ataupun tidak menarik biaya dari siapapun yang menjadi caleg partainya, termasuk dari kalangan artis.

"Kamu kali saja berapa triliun itu. NasDem menerapkan politik tanpa mahar. Kami tidak menarik biaya dari calon," ucap dia menjelaskan.

Menurut dia, justru Partai NasDem memfasilitasi mereka. Contohnya untuk hal-hal yang umum seperti atribut.

"Juga memfasilitasi mereka bagaimana berpolitik yang murah dan efisien," kata Johnny.

Meskipun begitu, Johnny tidak menampik bahwa artis memiliki popularitas yang tinggi untuk dicalonkan sebagai wakil rakyat. Tetapi dia menegaskan bahwa faktor keterkenalan yang tinggi itu tidak lah cukup.

Karena, sebut Johnny, masih dibutuhkan kerja-kerja politik sehingga memiliki basis elektoral yang tinggi pula sehingga dapat terpilih di Tempat Pemilihan Suara (TPS) pada hari pemilihan tiba. "(Jadi) masih panjang, jangan di tarik garis lurus," imbuhnya.

Beredarnya isu tersebut terkait dengan posisi Lucky Hakim di Fraksi PAN yang telah digantikan dengan kader lain dan sudah lakukan PAW (Pengganti Antar Waktu). Atas kepindahan tersebut Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto menuding Lucky pindah ke Nasdem karena diberi uang dengan DP Rp 2 Miliar.

"Iya, mengundurkan diri karena sudah dikasih DP sama Nasdem, si Lucky-nya. Berarti kan Lucky-nya mata duitan juga kan. Setahu saya Rp 2 miliar DP-nya. Kalau dari WA-nya yang disebarkan ke kami itu dia DP Rp 2 miliar, terus nanti dikasih lagi logistik atau apa. Itu pengakuan dari Lucky," ungkap Yandri.[mdk]

Loading...
loading...