logo

23 Juli 2018

Merasa Diperhatikan Jadi Alasan Tukang Becak Minta Anies Tak Nyapres

Merasa Diperhatikan Jadi Alasan Tukang Becak Minta Anies Tak Nyapres


GELORA.CO - Serikat Becak Jakarta (Sebaja) sempat membuat sebuah petisi di situs change.org, 'Dukung Anies Baswedan tetap di DKI'. Usai membuat petisi, Sebaja melakukan aksi untuk menyampaikan aspirasinya secara langsung.

Koordinator Sebaja Rasdulah mengatakan, selama Gubernur DKI Anes Baswedan menjabat, tukang becak mendapatkan ketenangan dalam menjalankan kerjanya. Tukang becak, saat ini diakuinya tak lagi ditertibkan oleh Satpol PP.

"Kita rasakan selama ini para abang-abang becak merasa sangat tenang, sangat sejahtera dan pikirannya tidak was-was kena garukan," kata Rasdulah di Balai Kota, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (23/7).

Selain itu, kata Rasdulah, saat ini tukang becak sedang membenahi pangkalan dan aturan mengenai jalur untuk becak. Untuk itu, Sebaja berharap Anies masih bersama mereka saat membenahi sistem itu.


"Kita sedang membenahi pangkalan. Kita sedang membenahi aturan mana yang becak boleh lewat, mana yang becak tidak boleh lewat. Pak Aniesnya mari dong bareng-bareng kita butuh kolaborasi untuk bersama membereskan Jakarta," ujarnya.

Rasdulah mengatakan, bila Anies tetap maju dalam Pilpres berarti Anies telah mengkhianati pilihan rakyat.

"(Maju Pilpres) itu kan hak seseorang, tapi kita sudah mengasih tahu, kita sudah negor, kita sudah bicara kepada publik. Berarti kalau memang tetap maju berarti Pak Anies telah mengkhianati pilihan kita," kata dia.

Pemimpin Jakarta, menurut Rasdulah, harus menyelesaikan tugas selama lima tahun. Ia tak ingin Anies berubah haluan dengan maju dalam pilpres.

"Pemimpin DKI kita pilih nomor 3. Ketika dipilih, tujuannya untuk 5 tahun bukannya 8 bulan. Kalau 8 bulan kan yang namanya ibu-ibu yang bunting ada sampai 9 bulan, masa ini baru 8 bulan ini mau loncat kayak kodok. Jadi tujuan itulah itu kira-kira Pak Anies tetap ada di DKI," tutupnya. [kumparan]

Loading...
loading...