Mengenal Eni Saragih, Bendahara Organisasi hingga Pengajian
logo

14 Juli 2018

Mengenal Eni Saragih, Bendahara Organisasi hingga Pengajian

Mengenal Eni Saragih, Bendahara Organisasi hingga Pengajian


GELORA.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap anggota DPR Eni Maulani Saragih saat menghadiri acara ulang tahun anak Menteri Sosial Idrus Marham di rumah dinasnya di Jakarta, Jumat 13 Juli 2018. Pimpinan KPK berjanji akan mengungkap secara resmi hasil Operasi Tangkap Tangan tim mereka itu lewat konferensi pers hari ini.

Dikutip dari laman dpr.go.id, Eni merupakan anggota DPR periode 2014-2019. Wanita kelahiran Jakarta, 13 Mei 1970 itu menjadi anggota DPR dari Daerah Pemilihan Jawa Timur X.

Eni bernaung di Fraksi Golongan Karya. Dia bertugas di Komisi VII yang membidangi energi sumber daya mineral dan lingkungan hidup.

Wanita berkacamata ini menyelesaikan pendidikan dari tingkat SD hingga universitas di Jakarta, antara lain di IKIP Jakarta pada 1990-1994, MM Trisakti pada 2011-2013.

Dia pernah menjabat sebagai komisaris di PT Raya Energy Indonesia pada 2011-2014. Pada periode yang sama, dia juga menjadi komisaris di PT Nugas Trans Energy.

Eni pernah bergabung di beberapa organisasi, di antaranya menjabat sebagai wakil ketua umum MKGR pada 2015-2019, bendahara umum LPM pada 2010. Kemudian, ketua DPP KNPI pada 2005-2008, bendahara umum DPP KNPI pada 2002-2005. 

Dia juga pernah menjabat menjadi wakil bendahara pengajian Al Hidayah pada 2004-2009.

Sebelumnya, beredar kabar seorang anggota DPR dibekuk KPK, Jumat, 13 Juli 2018. Juru Bicara KPK Febri Dianyah kepada wartawan tak membantah pihaknya telah menangkap Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih. 

Menurut dia, anggota dewan itu ditangkap bersama delapan orang lainnya. "Ya benar, sore tadi KPK mengamankan sembilan orang, yang terdiri dari unsur anggota DPR-RI, staf ahli, sopir dan pihak swasta," kata Febri. 

Secara kebetulan Eni sedang berada di kediaman Idrus saat penangkapan dilakukan Jumat sore, 13 Juli 2018. "Sejauh ini belum ada (dugaan keterkaitan Idrus dan Eni)," ujarnya.

Febri mengatakan, transaksi suap yang diduga melibatkan Eni, juga tidak berlangsung di kediaman Idrus. KPK mengamankan Eni di sana setelah mendapat bukti bahwa transaksi memang sudah dilakukan sebelumnya. "(Pengamanan barang bukti) yang pasti di Jakarta," ujar Febri.

Klarifikasi Golkar

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Maman Abdurrahman mengklarifikasi bahwa tidak ada OTT di kediaman dinas Menteri Sosial Idrus Marham,  di Jalan Widya Chandra IV Nomor 18, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

"Jadi perlu saya klarifikasi bahwa tidak ada OTT di rumah Mensos, namun lebih tepatnya KPK menjemput ES di rumah Pak Mensos," ujar Maman, dalam keterangan tertulis, Jumat, 13 Juli 2018.

Menurut dia, penjemputan dilakukan saat ES menghadiri acara ulang tahun Raisa Ismani, putri dari Menteri Sosial Idrus Marham. "Sekitar pukul 15.00 WIB datang Petugas KPK menemui Mbak ES untuk ikut ke Kantor KPK untuk dimintai keterangan dengan menunjukkan Sprindik (surat perintah penyidikan)," ujar Maman.[viva]

Loading...
loading...