14 Juli 2018

Lalu Muhammad Zohri Sempat Bikin Panitia Kejurnas Cek Stopwatch, Dikira Rusak Ternyata Cetak Rekor

Lalu Muhammad Zohri Sempat Bikin Panitia Kejurnas Cek Stopwatch, Dikira Rusak Ternyata Cetak Rekor


GELORA.CO - Lalu Muhammad Zohri pernah membuat pantia Kejuaraan Nasional (Kejurnas) antar PPLP se-Indonesia tak percaya dengan catatan waktu larinya.

Zohri bukan sekali ini membuat gempar dunia atletik Indonesia.

Sebelum menjadi juara dunia U-20, Zohri ternyata sudah membuat gemar tanah air.

Kejadian itu terjadi ketika Zohri mengikuti Kejurnas November 2017.

Kala itu usia Zohri masih menginjak 17 tahun.

Pada Kejurnas nomor lari 100 meter putra, Zohri membuat panitia kebingungan dengan catatan waktunya.

Zohri berhasil mencatatkan waktu 10.25 detik pada kejuaraan tersebut.

Seolah tak percaya dengan torehan waktu Zohri, panitia sampai mengecek ulang alat pencatat waktu memang tidak alpa.

"Untuk memastikan bahwa Lalu (Zohri) benar-benar mencapai 10,25 detik, kami mengecek ulang timing system, wind speed, dan jarak trek."

"Semuanya akurat, Lalu memang menghabiskan trek 100 meter dengan 10,25 detik," ujar salah satu panitia seperti dilansir Tribunstyle.com dari Tribunnews.com, Jumat (13/7/2018).

Catatan waktu Zohri itu sekaligus melampaui rekor lari 100 meter junior yang sebelumnya dipegang Sudirman Hadi dengan 10,45 detik.

Tak cukup disitu Zohri juga membuat geger tes dalam nomor lari estafet 4x100 meter putra event Asian Games 2018 pada Februari 2018.

Tak berhenti di situ, Zohri kembali menguncang dunia atletik junior dengan raihan mendali emas di Kejuaraan Atletik Junior Asia di Gifu, Jepang, Juli 2018.

Ia berhasil mengungguli ungulan tuan rumah Jepang, Daisuke Miyamoto.

Zohri berhasil menorehkan waktu 10,27 detik atau unggul dari Daisuke yang hanya meraih catatan waktu 10,35.

Nama Zohri belakangan mencuat setelah kembali meraih emas di kejuaraan dunia Atletik U-20 di Tampere, Finlandia, Rabu (11/7/2018).

Ia berhasil meraih emas nomor lari 100 meter.

Prestasi itu menjadi modal bagus Zohri menatap Asian Games 2018 yang akan dihelat di Tanah Air.

Lalu Muhammad Zohri, sprinter muda asal Indonesia berhasil keluar sebagai pemenang lari 100 meter pada Kejuaraan Dunia Atletik U-20.

Medali emas yang diraih Zohri menjadi medali pertama yang diraih Indonesia sepanjang keikutsertaan dalam ajang tersebut.

Dalam 32 tahun kejuaraan itu prestasi atlet terbaik Indonesia hanya finis posisi ke-8 pada 1986.

Namun Zohri datang ke Kejuaraan Dunia Atletik U-20 dengan prestasi gemilang untuk Indonesia.

Ia berhasil finis dalam waktu 10,18 detik pada kategori 100 meter putra.

Zohri mengungguli duo sprinter asal Amerika Serikat yakni Anthony Schwartz dan Eric Harrison.

Dua sprinter Amerika Serikat itu masing-masing hanya menyatatkan perolehan waktu 10,22 detik.

Dalam video memperlihatkan bagaimana perjuangan Zohri mengalahkan duo sprinter unggulan Amerika Serikat tersebut.

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Zohri menatap Asian Games 2018.

"Sekarang, saya akan mempersiapkan Asian Games untuk bulan depan," kata atlet berusia 18 tahun itu.

"Saya sangat bangga. Ini adalah pengalaman yang luar biasa dan sangat bagus untuk karier saya," terang Zohri seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis (12/7/2018).

Zohri duduk di posisi pertama dengan diapit Schwartz dan Harrison.

Pada babak kualifikasi, Zohri dikabarkan tak percaya bisa meraih catatan waktu 10,30 detik.

Ia kemudian berhasil meraih urutan kedua pada semifinal dengan waktu 10,24 detik.

Sebelumnya Zohri telah mengukir prestasi di tingkat Asia sebagai juara lari 100 meter U-20 pada awal 2018.


under construction
loading...