Kisah Heroik Penyelam Tukar Nyawa dengan 13 Korban di Gua Thailand
logo

10 Juli 2018

Kisah Heroik Penyelam Tukar Nyawa dengan 13 Korban di Gua Thailand

Kisah Heroik Penyelam Tukar Nyawa dengan 13 Korban di Gua Thailand

Pemakaman Saman Gunan, penyelam yang tewas saat menyelamatkan 13 orang dalam gua di Thailand (Foto: AFP PHOTO / THAI NEWS PIX / Panumas SANGUANWONG)

GELORA.CO - Kisah heroik terselip dalam penyelamatan 12 remaja dan 1 pelatih sepakbola yang terjebak dalam gua di Thailand. Seorang penyelam meninggal demi memastikan mereka selamat.

Penyelam itu bernama Saman Gunan (38). Dia adalah mantan penyelam Angkatan Laut Thailand yang terakhir berpangkat sersan mayor. Meski sudah mengundurkan diri dari angkatan laut, Saman secara sukarela kembali bergabung dengan rekan-rekannya dalam operasi SAR di gua tersebut.

Saman hilang kesadaran lalu tenggelam saat hendak keluar dari Gua Tham Luang setelah mengirim pasokan perbekalan untuk kelompok remaja tersebut.

"Tugasnya adalah mengirim oksigen. Sayangnya dia tidak membawa cukup oksigen untuk dirinya sendiri saat ke luar gua," kata otoritas tim penyelamat seperti dilansir BBC.

Sulitnya evakuasi korban yang terjebak dalam gua / Sulitnya evakuasi korban yang terjebak dalam gua / Foto: Reuters

Kematian Saman menjadi bukti betapa berbahayanya gua tempat 13 orang itu terjebak. Kompleks gua Tham Luang tersebut ibarat sistem labirin dengan celah beragam ukuran. Ketinggian beberapa celah melebihi 10 meter, sedangkan celah lainnya begitu sempit dan direndam air.

Jenazah Salman dimakamkan di sebuah kuil di provinsi Rot Et. Bendera Thailand diletakkan di atas peti matinya.

Keluarga Saman lalu bicara soal sosok pria tersebut. Sang istri menceritakan bagaimana Saman selalu mengungkapkan rasa cintanya.

"Saman pernah mengatakan kita tidak akan pernah tahu kapan kita meninggal. Kita tidak bisa mengontrolnya. Jadi, kita harus menikmati setiap harinya," kata istri Salman, Waleeporn Gunan kepada BBC.

Rasa duka tidak bisa disembunyikan Waleeporn. Kenangan akan sosok Salman yang ringan tangan membantunya meredam rasa sedih itu.

"Dia dipuji sebagai pahlawan atas apa yang sudah dia lakukan. Dia suka membantu orang lain dan melakukan kegiatan amal. Saya menggunakan kebanggaan itu untuk mengatasi rasa sedih saya," ucapnya.

"Kamu adalah pahlawan di hati saya, sekarang dan selamanya," sambung Waleeporn.

Ekspresi keluarga saat pemakaman Saman / Ekspresi keluarga saat pemakaman Saman / Foto: AFP PHOTO / THAI NEWS PIX / Panumas SANGUANWONG

Duka mendalam juga dirasakan ayah Salman, Wichai Gunan. Dia mengaku sedih tetapi tetap bangga dengan pengorbanan anaknya.

"Saya sangat bangga, tapi juga sangat sedih karena kehilangan anak tersayang saya," kata Wichai.

"Semoga kamu tenang. Ayah mencintaimu," ucapnya.

Kini, 12 remaja dan 1 pelatih tim sepak bola yang terjebak itu sudah berhasil diselamatkan. Dari cerita kesuksesan misi penyelamatan itu, ada kisah heroik si penyelam yang 'bertukar nyawa'.[dtk]

Loading...
loading...