Kesaksian Korban Kandasnya KM Lestari Maju, Selamat karena tak Panik dan Tetap Tenang
logo

5 Juli 2018

Kesaksian Korban Kandasnya KM Lestari Maju, Selamat karena tak Panik dan Tetap Tenang

Kesaksian Korban Kandasnya KM Lestari Maju, Selamat karena tak Panik dan Tetap Tenang


GELORA.CO - Sabir, penumpang selamat dari insiden kandasnya KM Lestari Maju di Kepulauan Selayar, memberikan kesaksiannya atas peristiwa nahas tersebut.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui telewicara dalam siaran TV yang ditayangkan akun YouTube MetroTV News pada Rabu (4/7/2018).

Sabir menceritakan saat itu air memasuki kapal sehingga membuat kapal oleng.

Terlebih cuaca sedang hujan dan angin yang berhembus cukup kuat.

Setelah ada tanda-tanda kapal akan kandas, awal kapal dan nakhoda memberikan instruksi evakuasi di pulau terdekat dan membagikan pelampung kepada semua penumpang.

"Pada saat oleng ke kiri kapal ini, nakhoda mengatakan akan di bawa ke pulau terdekat agar tidak memakan banyak korban," ungkapnya.

"Awak kapal dan nakhoda itu bagus, dia mengarahkan kami para penumpang untuk tetap jaga diri, dan jangan panik, itu yang terus digaungkan," sambung Sabir.

Sabir mengaku saat kejadian, ia memilih tetap bertahan di kapal dan memberikan dukungan kepada para penumpang yang lain agar tetap tenang dan tidak panik.

"Saya tetap bertahan di kapal sambil memberikan arahan teman-taman supaya lebih sabar bisa kontrol diri, menjaga emosi, jangan panik. Tetap istighfar, insya Allah kita semua selamat," imbuhnya.

Jadi itu semua yang saya gaungkan ke semua teman-teman sampai ada tim evakuasi.

Saat itu, ia melihat semua penumpang di dek atas memakai pelampung, namun ia tak mengetahui kondisi penumpang di dek bawah.

"Yang ada di dek atas, di dek dua, alhamdulillah dapat (pelampung) semua, meski berebutan alhamdulillah dapat semua.

Yang di bawah, di daerah mobil dan sekitarnya saya tidak sempat mengontrol. Tapi, yang meninggal tidak menggunakan pelampung," ujarnya.

Menurut pengamatan Sabir, korban meninggal ada yang tidak memakai pelampung.

Ia pun sempat melihat orang-orang yang panik langsung memilih loncat dari kapal.

"Penumpang yang syok pada saat itu melompat ke air," jelasnya.

Simak selengkapnya dalam video berikut ini.


Diberitakan sebelumnya, insiden tenggelamnya KM Lestari Maju tersebut terjadi pada Selasa (3/7/2018) sekitar pukul 14.30 WITA.


Kapal diketahui melayani penyeberangan dari Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba, ke Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan.

Cuaca ekstrim di Perairan Selayar menjadi alasan nahkoda untuk meminggirkan kapalnya ke garis pantai.

Namun sayangnya usaha penyelamatan tersebut berujung kecelakaan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agus Purnomo.

Ia memastikan bahwa nakhoda telah berpengalaman dan dia berusaha menyelamatkan kapal karena cuaca ekstrim.

"Pada dasarnya nakhoda sudah berpengalaman membawa kapal tersebut. Namun, karena cuaca sangat ekstrim dia mau menyelamatkan kapal dengan dipinggirkan di garis pantai yang kemudian berujung pada kecelakaan tersebut," ucap Agus di Gedung Kemenhub, Jakarta, Selasa (3/7/2018), seprti yang dikutip dari Kompas.com.

Dari manifes yang ada, KM Lestari Maju diketahui mengangkut 139 penumpang, 18 kendaraan roda dua, 14 kendaraan roda empat, delapan kendaraan golongan lima, dan delapan kendaraan golongan enam.

Hingga pukul 10.00 WITA, Rabu (4/7/2018) korban meninggal mencapai 35 orang, sementara korban selamat 155 orang.

Data sementara yang diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Dicky Sondani, jumlah penumpang mencapai 190 orang.[tribun]

Loading...
loading...