Jokowi Bakal Keluarkan Jurus Baru Selamatkan Rupiah
logo

26 Juli 2018

Jokowi Bakal Keluarkan Jurus Baru Selamatkan Rupiah

Jokowi Bakal Keluarkan Jurus Baru Selamatkan Rupiah


GELORA.CO - Presiden Joko Widodo disebut bakal segera mengeluarkan kebijakan baru guna memperbaiki neraca perdagangan dan menahan pelemahan nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut diperkirakan membuat neraca perdagangan Indonesia mampu mencetak surplus US$4-6 miliar pada akhir tahun ini.

Defisit neraca perdagangan yang terjadi pada awal tahun ini menjadi salah satu biang keladi tertekannya nilai tukar rupiah. Sepanjang semester pertama tahun ini, neraca perdagangan defisit US$1,02 miliar. Defisit tersebut sebenarnya sudah turun dibandingkan Januari-Mei yang mencapai US$2,83 miliar.

Sementara itu, nilai tukar rupiah sejak beberapa bulan terakhir melemah hingga sempat menembus level terendah dalam lima tahun terakhir. Pada awal pekan ini, rupiah bahkan sempat menyentuh level Rp14.564 per dolar AS.

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Ahmad Erani Yustika menjelaskan Presiden Joko Widodo dan para menteri Kabinet Kerja tengah merumuskan rangkaian kebijakan baru guna meredakan gejolak rupiah. Kebijakan tersebut bakal fokus pada upaya menekan impor dan mendorong ekspor.

"Ada beberapa instrumen kebijakan, kemungkinan di antaranya terkait bea atau tarif," ujar Erani saat berkunjung ke kantor Transmedia, Rabu (25/7).

Erani menjelaskan Jokowi bahkan membahas bersama para menterinya detail terkait komoditas yang bakal didorong untuk ekspor dan dibatasi impornya.

Ia mencontohkan, salah satu ekspor yang ingin didorong adalah produk semen. Saat ini, produk tersebut memang tengah menghadapi kelebihan suplai di dalam negeri.

Sementara itu, salah satu komoditas yang bakal ditelan impornya adalah minyak bumi. Untuk itu, pemerintah bakal mendorong penggunaan biodiesel lebih besar untuk campuran BBM jenis Solar.

"Sangat jarang dalam rapat kabinet, Pak Jokowi membahas satu hal lebih dari satu jam. Kemarin saya dengar rapatnya hingga 4 jam, beliau sampai membahas detail komoditasnya," ungkap Erani.

Kebijakan baru tersebut, menurut Erani, kemungkinan bakal diumumkan Jokowi dalam satu dua minggu ke depan.

"Kemarin hitung-hitungannya Menteri Keuangan dan Menteri Perdagangan surplusnya biaa US$4 miliar hingga US$6 miliar," terang dia.

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo sebelumnya menyebut pemerintah bakal menekan impor bahan baku dan barang modal. Nantinya, menurut dia hanya bahan baku dan barang modal yang memenuhi kriteria tertentu yang masih boleh impor.

Kriteria tersebut yakni, barang tidak tersedia di dalam negeri, barang ada tapi kuantitas tidak mencukupi, dan/atau barang ada tetapi tidak memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan.

Dari upaya tersebut, pemerintah memproyeksi impor dapat ditekan hingga US$20 miliar.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan defisit transaksi berjalan pada tahun ini bakal mencapai di atas US$25 Miliar. Angka ini meningkat 44,51 persen dibanding realisasi tahun lalu sebesar US$17,3 miliar.

"Terus terang (defisit transaksi berjalan) berat. Tekornya tambah gede," terang Perry.

Melebarnya defisit transaksi berjalan, menurut dia, tak lepas dari laju impor yang lebih kencang dibandingkan ekspor.

"Ekspor sebenarnya cukup baik, meningkat, tetapi kenaikan impornya lebih besar," ungkap Perry. [cnn]

Loading...
loading...