logo

23 Juli 2018

Hoax Video Jenazah Imam Samudra Masih Utuh, Ini Penjelasan Polri

Hoax Video Jenazah Imam Samudra Masih Utuh, Ini Penjelasan Polri


GELORA.CO - Penampakan jenazah yang disebut-sebut sebagai jenazah terdakwa mati kasus Bom Bali I, Imam Samudra, jadi perbincangan. Dalam video yang beredar, makam Imam Samudra dibuka kembali dan jenazah masih dalam kondisi utuh. 

Dari video terlihat ada sejumlah orang yang membuka kain kafan jenazah tersebut. Jenazah juga masih dibalut dengan plastik. Terdengar suara raung tangisan ketika kain kafan dibuka. 

"Almarhum Imam Samudra, waktu mau dipindahkan kuburnya, ternyata jasadnya masih utuh. Walau di negeri ini almarhum dicap sebagai teroris. Hanya ia dan Allah SWT-lah yang tahu tujuan hidupnya dan baik-buruknya perjalanan hidupnya. Dan nyatanya, walau telah dikubur lama, ternyata jasadnya masih utuh dan tersenyum manis dan aura wajahnya yang bercahaya bahagia... Subhanallah," demikian isi pesan berantai dan posting yang beredar. 

detikcom mengkonfirmasi video yang viral tersebut kepada Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto. Setyo menjelaskan video yang beredar terkait jenazah Imam Samudra itu adalah hoax. 

"Ya hoax itu," kata Setyo kepada detikcom, Senin (23/7/2018). 

Kepada detikcom, Setyo juga memberikan video klarifikasi soal makam Imam Samudra. Dalam video itu, ada beberapa anggota keluarga Imam di dekat makam. Mereka mengatakan makam Imam Samudra tidak digali. Berikut ini penjelasan lengkapnya dari video tersebut. 

"Berita ini disaksikan KH Mulyadi dari Cipondoh, Tangerang, dan saya yang ngomong dan Saudara Juli, Pak RT, Pak Wawan selaku kakak kandung almarhum dan almaghfiroh keponakan almarhum Imam Samudra. Ini saya foto makam daripada Imam Samudra masih utuh dan tidak ada sedikit pun tanda makam itu digali atau tanda-tanda makam Imam Samudra dipindahkan. Dan jadi berita yang menyatakan makam Imam Samudra digali dan jasadnya masih utuh itu hoax belaka. Jangan percaya dengan berita tersebut. Demikian klarifikasi ini saya sampaikan kepada seluruh kaum muslimin di seluruh Indonesia." [dtk]

Loading...
loading...