logo

20 Juli 2018

Haris Azhar: Coblos di Luar Gambar Jika Tak Ada Capres yang Komitmen Lawan Korupsi

Haris Azhar: Coblos di Luar Gambar Jika Tak Ada Capres yang Komitmen Lawan Korupsi


GELORA.CO - Direktur Lokataru Foundation Haris Azhar, mengimbau agar masyarakat tidak takut mencoblos di luar kotak bila semua calon dinilai tidak berkomitmen dalam memberantas korupsi.

“Kita tidak usah takut, kalau dalam Pemilu nanti adalah orang orang yang tidak punya komitmen, gak punya pengalaman, gak pernah berdarah darah untuk melawan korupsi. Anda gak usah takut. Lihatlah apa yang terjadi Makassar, mereka mencoblos kotak kosong,” ungkapnya dalam acara Diskusi Madrasah Anti Korupsi Seri XXII dengan tema ‘Capres Anti Korupsi’ di Gedung PP Muhammadyah, Jakarta, Selasa (17/07/2018).

Dalam menentukan kriteria pemimpin, Haris pun berpesan agar masyarakat mengenali latar belakang capres dan cawapres. Pasalnya, ia melihat bahwa selama ini masyarakat Indonesia terjebak dalam pilihan yang diajukan oleh partai-partai politik. Bahkan begitu suatu nama diusung, masyarakat seakan dipaksa untuk memilih sosok tersebut.

“Begitu Anda tidak mendukung Anda akan ditanya, Anda Pancasila atau Anda Islam. Jadi seperti itulah pola-pola yang digunakan untuk memaksa orang menerima,” sambungnya.

Haris menambahkan, bila seluruh paslon dinilai tidak mempresentasikan apa yang menjadi persoalan di masyarakat, maka mencoblos di luar kotak adalah solusinya.

“Anda datang ke TPS Anda berpartisipasi dalam Pemilu, Anda ambil kertasnya, Anda coblos di pinggirnya. Kalau kita meraih berhasil mencoblos di pinggir-pinggir itu seperti kotak kosong di Makassar kita tunjukkan kepada mereka bahwa kita tidak percaya dengan omongan mereka itu,” tegasnya.

Hal serupa turut diungkap oleh pendiri Madrasah AntiKorupsi Dahnil Anzar Simanjuntak. Menurutnya, coblos di luar kotak menjadi pertimbangan bila calon-calon yang diusung nantinya tidak kompatibel dengan kepentingan publik.

“Saya, mas Haris, sudah mengajak kawan-kawan. Bila perlu, kita akan mengerahkan supaya publik memilih di luar calon-calon yang kita anggap tidak kompatibel dengan kepentingan publik,” ujar Dahnil. [kiblat]

Loading...
loading...