logo

5 Juli 2018

Fadli Zon Desak Pemerintah Benahi Insfrastruktur: Memalukan kalau Transportasi Air Tidak Aman

Fadli Zon Desak Pemerintah Benahi Insfrastruktur: Memalukan kalau Transportasi Air Tidak Aman


GELORA.CO - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Fadli Zon, mendesak pemerintah untuk membenahi insfrastruktur transportasi air.

Permintaan itu diungkapkan dalam akun Twitternya, @fadlizon,pada Rabu (4/7/2018), menyusul terjadinya insiden kapal tenggelam KM Lestari Maju di Kepulauan Selayar.

Fadli Zon mengatakan jika sebagai negara maritim, tentu pemerintah tidak hanya harus fokus pada pembangunan di darat dan udara, tetapi juga air.

Menurut Fadli Zon, jika permasalahan itu tak segera ditangani, insiden serupa besar kemungkinan akan terjadi.

Jika demikian, maka tentu akan memalukan bagi Indonesia, lantaran mendapat julukan negara maritim, namun transportasi air tidak aman.

Selain itu, Fadli Zon juga mengungkapkan bela sungkawa dan duka atas insiden KM Lestari Maju dan berharap ini adalah yang terakhir.

"1) Transportasi laut kembali berduka. Kandasnya KM Lestari Maju di perairan Selayar, Sulawesi Selatan pada hari Selasa, 3 Juli 2018.

2) Kecelakaan ini menambah duka yang belum juga tuntas setelah sebelumnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun tenggelam di Perairan Danau Toba di masa mudik lebaran kemarin.

3) Pertama, sy turut belasungkawa atas kecelakaan KM Lestari Maju di perairan Selayar, Sulawesi Selatan. Semoga para keluarga korban diberikan kesabaran.

4) Sy membaca di berita, sudah 35 korban tewas. Kita berharap jumlahnya tak bertambah lagi, dan para korban yg selamat dpt segera diberikan pelayanan dan jaminan pembiayaan perawatan dari pemerintah.

5) Kejadian tragis ini harus jadi perhatian pemerintah untuk segera benahi sektor transportasi laut.

Kita tak perlu lagi kecelakaan berikutnya, untuk menyadarkan pemerintah bhw sektor transportasi laut kita amburadul.


6) Pembangunan poros maritim yg kerap dibanggakan, faktanya masih belum memberikan jaminan keamanan memadai untuk transportasi kapal penumpang.


7) Artinya, bs jadi poros maritim selama ini hanya jargon saja. Tidak dirancang dan dikerjakan secara serius.

8) Sbg negara kepulauan, sudah semestinya perhatian terhadap jaminan keselamatan kapal penumpang, menjadi prioritas pemerintah.

9) Jangan hanya fokus pada transportasi darat dan pembangunan jalan tol.

Perlu dipikirkan secara serius pelayanan transportasi air, baik laut, danau, dan sungai.

10) Kejadian kali ini seharusnya bisa dihindari jika pemerintah melihat angka kecelakaan laut yg trennya meningkat.

Data KNKT mencatat pd 2014, ada 7 kecelakaan kapal laut.

Angka ini bahkan terus meningkat.

11) Pada 2015 ada 11 kecelakaan, 2016 ada 18 kecelakaan, dan 2017 ada 34 kecelakaan.

Ini bukan perkembangan baik. 

Peningkatan jumlah kecelakaan, mengesankan seperti adanya pembiaran yg cukup lama pada keselamatan dan keamanan kapal penumpang.

12) Ironisnya, meski angka kecelakaan meningkat, tak ada perhatian thdp peningkatan transportasi air.

Fokus pemerintah justru lebih pd pembangunan transportasi darat, seperti jalan tol, yg mudah terlihat dan populer.

13) Dengan kejadian ini, @kemenhub151 perlu dan harus segera membenahi penataan sistem dan infrastruktur transportasi laut. 

Begitupun dgn sistem pengawasan terhadap kondisi sarana kapal yg wajib taat prosedur.

14) Dalam kasus KM Sinar Bangun kemarin, misalnya, bgmn bisa kapal yg tak memiliki manifes diizinkan berlayar?

Itu semua menunjukkan pengawasan sektor transportasi laut memang sgt minim.

15) Pemerintah jg harus memberantas praktik pungli. Terutama dlm perizinan berlayar. 

Sebab harus diakui, meski belum ada data pasti perihal besarannya, pungli di sektor transportasi laut cukup besar.

16) Kalau ini tak ditangani, besar kemungkinan kejadian yg sama terulang.

Sbg negara maritim besar dan mayoritas wilayah adlh lautan, tentu memalukan kalau transportasi airnya tidak aman.


17) Kecelakaan KM Lestari Maju harus mnjd yg terakhir.


Peristiwa ini hrs mnjd momentum bagi pemerintah, khususnya @kemenhub151, untuk menata dan memperbaiki sistem dan infrastruktur transportasi air Indonesia lebih serius. Jangan sekedar jargon.

18) Pemerintah juga jangan terus menerus mengurusi jalan tol, tapi mengabaikan transportasi lainnya. 

Kita berharap kecelakaan serupa tidak terulang kedepannya," tulis Fadli Zon.


Seperti yang diketahui, satu bulan belakangan ini banyak terjadi insiden kecelakaan kapal di perairan Indonesia.

Beberapa hari setelah insiden KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba yang menewaskan 3 orang, 164 penumpang dinyatakan hilang, dan korban selamat sebanyak 21 orang, insiden kecelakaan kapal kembali terjadi.

Pada Selasa (3/7/2018) KM Lestari Maju mengalami kecelakaan setelah terjebak pada cuaca ekstrem.

Dikutip Kompas.com, akibat kejadian ini, hingga pukul 10.00 WITA, Rabu (4/7/2018) korban meninggal mencapai 35 orang.

Sementara korban selamat 155 orang.

Data sementara yang diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Dicky Sondani, jumlah penumpang mencapai 190 orang.

Sebelumnya, data manifest kapal menyebutkan penumpang yang naik sebanyak 139 orang.

“Jumlah penumpang 139 orang, berdasarkan dari data manifes,” kata Humas Basarnas Makassar, Hamsidar.[tribun]

Loading...
loading...