DPR 'Colek' Sri Mulyani Soal Tantangan Debat Rizal Ramli
logo

3 Juli 2018

DPR 'Colek' Sri Mulyani Soal Tantangan Debat Rizal Ramli

DPR 'Colek' Sri Mulyani Soal Tantangan Debat Rizal Ramli


GELORA.CO - Komisi XI DPR menyinggung kembali tantangan debat tentang utang yang dilemparkan mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Bu, kenapa tidak berani debat dengan pak Rizal?" tanya Anggota Komisi XI DPR Elviana dalam rapat kerja dengan Kementerian Keuangan, mengutip Antara, kemarin.

Sekadar mengingatkan saja, sebelumnya Rizal Ramli menantang Sri Mulyani untuk debat terbuka dan disiarkan secara langsung.

"Kan saya debatnya dalam Komisi XI. Dalam hal ini, saya Menteri Keuangan, bukan tukang debat, jadi saya mengelola fiskal," jawabnya.

Elviana sebelumnya bercerita tentang grup aplikasi pesan instan WhatsApp bergabung bersama Rizal Ramli. Ia mengaku mendapat masukan mengenai isu-isu perekonomian.

Salah satu isu yang dibahas dalam grup WhatsApp tersebut adalah pelemahan nilai tukar rupiah dan utang.

"Apakah APBN bisa berjalan bila pemerintah tidak menarik utang baru dalam dua atau tiga bulan saja? Jadi, saya hanya menyampaikan bahwa kami mendapat masukan juga di luar forum-forum seperti ini. Di satu sisi, yang mereka sampaikan ada benarnya juga," ujar anggota dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan itu.

Menanggapi hal itu, Sri Mulyani merespons bahwa APBN masih mampu dijalankan. Ia juga menjelaskan APBN 2018 telah disetujui dengan defisit 2,19 persen terhadap PDB atau sekitar Rp325,9 triliun.

"Kalau harga minyak naik dan kursnya melemah, penerimaan pajak kita naik, karena pajak migas dan PNBP meningkat. Makanya, kalau hanya murni dari situ, sebetulnya, APBN kita defisitnya bisa lebih kecil. Karena subsidi harus ditambah, maka ada pengeluaran tambahan. Tapi, secara total postur, kami tetap maksimum defisit 2,19 persen," imbuhnya.

Menkeu juga menegaskan bahwa semua penjelasan yang ia berikan selalu mengacu kepada Undang-Undang yang merupakan informasi publik.

"Kami ingin ekonomi kita tetap aman, terjaga, relatif, dalam hal ini walaupun ada goyangan tapi tetap terjaga, berkelanjutan dan tetap bisa menciptakan 'progress' perbaikan," tandas Sri Mulyani. [cnn]

Loading...
loading...