Diributkan Oleh Pembenci Anies, Ini 4 Fakta Soal Bendera yang Dipasang Warga
logo

19 Juli 2018

Diributkan Oleh Pembenci Anies, Ini 4 Fakta Soal Bendera yang Dipasang Warga

Diributkan Oleh Pembenci Anies, Ini 4 Fakta Soal Bendera yang Dipasang Warga


GELORA.CO - Bendera-bendera yang terpasang di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, mendadak viral, setelah seseorang mengunggah foto-foto bendera itu di akun Facebook pribadinya.

Pemilik akun itu menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memalukan, karena menyambut tamu dari negara-negara Asia dengan memasang bendera yang diikat dengan batang bambu yang dibelah dua.

Hingga berita ini ditulis, unggahan tersebut sudah disukai lebih dari 2.500 akun Facebook, serta sudah dibagikan dan menuai komentar ribuan warganet.

1. Murni inisiatif warga setelah ikuti torch relay


Menurut Lurah Penjaringan Depika Romadi pemasangan bendera beberapa negara peserta Asian Games 2018 itu murni inisiatif sekelompok warga, yang merasa sayang jika bendera usai mengikuti Torch Relay Asian Games di kawasan Jakarta Utara hanya disimpan di rumah.

“Awalnya, mereka ini kan anak muda yang ikut konvoi torch relay naik motor mengiringi pelari dari Waduk-Pluit-Kamal-Kapuk-Pejagalan-Penjaringan-Waduk. Setelah acara selesai, mereka membawa bendera-bendera ini, tapi tidak semua dibawa pulang, beberapa ada yang dikumpulkan,” kata Depika ketika ditemui di kawasan Jakarta Utara.

Depika menyebutkan ada beberapa orang yang berinisiatif ingin memasang bendera-bendera itu agar tak terbuang percuma. Hal tersebut juga diakui Muhammad Tamran, salah satu pemasang bendera yang akhirnya menjadi viral itu. Menurut dia, hal tersebut merupakan inisiatifnya dan beberapa warga lain.

“Ini inisiatif kami, gak ada dari pemerintah. Beli bambu itu juga pakai uang masing-masing. Kami sudah rencanakan ini, daripada terbuang percuma. Yang masang bendera macem-macem asalnya, ada dari warga RW 17 dan RW yang lainnya juga,” ujar Tamran.

2. Bendera sempat dicopot tapi sudah dipasang lagi


Karena menimbulkan pro dan kontra banyak pihak, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) mencopot bendera-bendera yang sudah terpasang itu. Namun, bendera-bendera itu sudah dipasang lagi, setelah Lurah Penjaringan dapat instruksi dari Wali Kota Jakarta Utara.

“Jam 9 malam bendera ini udah dipasang lagi, saya juga lihat di Instagram Pak Anies mengapresiasi inisiatif warga,” kata Depika.

3. Tiang bendera memakai bambu karena dana terbatas


Tamran menjelaskan pemakaian bambu untuk tiang bendera yang dicat warna putih itu karena biaya yang terbatas.

“Ya, uangnya cuma cukup segitu. Jadi kami beli bambu panjang yang dibelah, biar semua bendera kebagian,” jelas dia.

4. Bendera yang dipasang hanya yang tersisa


Berdasarkan pantauan IDN Times di lokasi, hanya terdapat 28 bendera Negara Asian Games 2018 yang terpasang. Menurut pengakuan Depika yang diakui juga oleh Tamran, hal tersebut terjadi karena beberapa warga membawa pulang bendera tersebut, dan yang tersisa hanya bendera yang terpasang.

Menurut kamu etis gak sih tiang bendera pakai bambu untuk tamu negara? [idntimes]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...