logo

14 Juli 2018

China Dua Kali Lobi Sunario Bikin Kantor Polisi Bersama

China Dua Kali Lobi Sunario Bikin Kantor Polisi Bersama


GELORA.CO - Viral plakat Kantor Polisi Bersama Indonesia-Tiongkok di Kalimantan Barat (Kalbar) terus menyedot perhatian, dan sebagian keresahan masyarakat. Rupanya, Biro Keamanan Publik Resor Suzhou Tiongkok sudah dua kali mendatangi Polres Ketapang untuk melobi kerja sama keamanan. Namun selalu ditolak Kapolres Ketapang AKBP Sunario.

"Sudah dua kali pihak Kepolisian Tiongkok berkunjung ke Ketapang. Kemarin (Kamis 12 Juli) ada kunjungan dari Wali Kota yang merangkap Kepolisian Suzhou. Kedatangan mereka mau mengajak kerja sama, (antara) polisi Tiongkok dan Indonesia. Tapi tidak bisa ke kami, harus ke Mabes Polri," terang Sunario dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Sabtu (14/7).

Sunario menegaskan, hingga saat ini belum ada perjanjian atau nota kesepahaman (MoU) apapun terkait kerja sama yang diajukan pihak Tiongkok. "Karena urusan kerja sama harus ke Mabes Polri. Jadi, kami sarankan demikian. Dan, mereka katanya mau buat surat ke Mabes Polri," akunya.

Rombongan dari Tiongkok yang hadir dalam acara Kamis (12/7) di antaranya Jiang Hai selaku Direktur Jendral Biro Keamanan Publik Suzhou, Wang Sheng Yu selaku Wakil Direktur Kantor Biro Kerjasama Internasional Biro Keamanan Publik Suzhou.

Selain itu, hadir pula Zhang Jian sebagai Wakil Direktur Pusat Penerjemah Kantor Urusan Luar Negeri Suzhou, Zhu Qiang sebagai Wakil Kepala Detasemen Polantas Biro Keamanan Publik Suzhou, Shi Xu sebagai Wakil Direktur Dinas Perencanaan Suzhou, Yan Hong Tai sebagai Wakil Direktur Dinas Administrasi Kota Shuzhou, Chen Bin sebagai Direktur Biro Kerjasama Internasional Biro Keamanan Publik Suzhou.

Setelah kunjungan ini, warganet dihebohkan dengan beredarnya foto-foto plang nama Kantor Polisi Bersama. Dalam plang itu terdapat gambar bendera Repulik Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok. Plang itu terpasang di kawasan industri PT Ketapang Ecology and Agriculture Foresty Industrial Park di Ketapang.

Dalam plang itu juga tertulis Kepolisian Negara Republik Indonesia Provinsi Kalimantan Barat Kabupaten Ketapang. Di bawahnya tertulis Biro Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok Provinsi Jiangsu Resor Suzhou. Disusul tulisan Ketapang Ecology and Agriculture Foresty Industrial Park. Semua tulisan menggunakan dua bahasa.

Foto Sunario bersalaman dengan Jiang Hai, Direktur Jendral Biro Keamanan Publik Suzhou sekaligus Wali Kota Suzhou di depan plang Kantor Polisi Bersama juga menjadi pembahasan di jagat maya.

Selain itu, juga terdapat fotonya bersama para pejabat Polres Ketapang duduk sejajar dengan pejabat Biro Keamanan Publik Resor Suzhou. Sunario mengakui hal itu hanya sekedar bersalaman lazimnya pamitan pulang dalam suatu acara peresmian.

"Jadi gini, itu pada saat mau terakhir (kegiatan) foto-foto saja. Tidak ada peresmian. Itu pada saat mau pulang (foto depan plang)," akunya.

Dia kembali menjelaskan, plang Kantor Polisi Bersama itu memang benar adanya dibuat oleh pihak Kepolisian Suzhou. Nantinya akan dipasang jika sudah terjalin kerja sama.

"Jadi ceritanya, mereka menginap di perusahaan (PT BSM Group/Ketapang Ecology and Agriculture Foresty Industrial Park). Mereka ke Polres kemudian mengajak kami kunjungan ke perusahaan," ceritanya.

"Sampai di sana ditunjukkan ke kita monumen atau plakat (plang nama) itu sebagai contoh kalau nanti ada kerja sama," sambung Sunario.

Foto yang sekejap beredar itu menimbulkan asumsi bahwa telah terjadi kerja sama antara Polres Ketapang dan Polisi Suzhlou. Namun dibantah Sunario. "Tidak benar ada kerja sama," tegasnya.

Saat ini, kata Sunario, dia sudah menerima surat telegram pencopotan jabatan itu. Dia pun siap menjalani pemeriksaan.

"Sudah diterima. Bapak (Kapolda) lagi di Jakarta," tuturnya.

Sebelumnya, Sunario juga pernah melakukan kunjungan ke kepolisian wilayah Suzhou. Seperti pada foto-foto saat dia dan jajarannya memenuhi undangan dari Kepolisian Suzhou, Tiongkok, pada 2017 lalu.

"Kami diundang mereka. Tapi di sana kami tidak ada diajak kerja sama," tegasnya.

Mereka lanjut Sunario, hanya menunjukkan bahwa Kepolisian Suzhou banyak menangani perkara kriminal. Pihaknya kemudian diperlihatkan mengenai kecanggihan pengamanan mereka.

"Jadi, di sana tidak ada kesepakatan cuma memenuhi undangan saja," ungkapnya.

Sunario menegaskan, pertemuan mereka di Suzhou diketahui oleh Polda Kalbar dan Mabes Polri. Sebab, sebelum terbang ke kota paling terkenal di RRT itu, pihaknya telah meminta izin untuk memenuhi undangan tersebut.

"Saat itu kami ada izin ke Polda dan Mabes. Jadi, mereka tahu," ucapnya. [jawapos]

Loading...
loading...