Bakal Caleg Aceh Berguguran karena Tak Lulus Baca Alquran
logo

25 Juli 2018

Bakal Caleg Aceh Berguguran karena Tak Lulus Baca Alquran

Bakal Caleg Aceh Berguguran karena Tak Lulus Baca Alquran


GELORA.CO - Para bakal calon anggota legislatif (caleg) di beberapa daerah Provinsi Aceh berguguran dan tidak bisa bertarung di Pemilu 2019 karena tidak lulus tes kemampuan membaca Alquran.

Salah satunya di Kabupaten Bireun, Aceh. Ketua Komisi Independen Pemilu (KIP) Bireun, Agusni menyatakan sebanyak 27 bacaleg DPRK Bireuen gagal bertarung pada Pemilu 2019, karena dinyatakan gugur pada tahap uji kemampuan baca Alquran.

Uji baca Alquran yang digelar di kabupaten itu diikuti 502 bacaleg dari 17 partai di Bireuen selama dua hari, 22-23 Juli 2018.

"Hasil tersebut kita sampaikan dalam rapat pleno yang dihadiri para pengurus partai atau penghubung partai dan ditindaklajuti sebagaimana mestinya," katanya seperti dikutip dari Antara, Rabu (25/7).

Agusni mengatakan dari 27 bacaleg yang gugur dalam tes baca Alquran itu ada 13 perempuan dan 14 laki-laki. Ia tak merinci para bacaleg tersebut berasal dari partai apa saja.

Dia juga menyebutkan, jumlah bacaleg dari 17 partai mencapai 587 orang, sebanyak 502 orang mengikuti uji mampu membaca Alquran dan 69 orang diantaranya tidak hadir ke kegiatan yang digelar di Masjid Agung Bireun tersebut.

Sebanyak sembilan orang lainnya hadir saat uji mampu membaca Alquran. Namun tidak sempat mengikuti, karena sakit.

"Kita jadwalkan Rabu pukul 09.00 WIB, mereka yang absen pada 22-23 Juli 2018 akan mengikuti tes," katanya.

Sementara itu, di Kabupaten Aceh Singkil, Ketua KIP Aceh Singkil Edi Sugianto menyatakan tahapan Pemilu uji mampu baca Alquran diikuti 243 bacaleg dinyatakan 5 orang tidak lulus. Dalam ujian Alquran di kabupaten tersebut, kata Edi, sebanyak 31 bacaleg tak hadir.

"Bagi bacaleg yang tidak hadir, dapat kembali mengikuti pada 25 Juli 2018 mulai pukul 08.00 wIB hingga pukul 18.00 WIB," jelasnya.

Nantinya, bagi para bacaleg yang sudah dinyatakan gugur, para parpol dapat mengajukan penggantinya hingga 26 Juli mendatang. Selanjutnya para bacaleg pengganti itu harus mengikuti uji mampu baca Alquran yang digelar pada 28 Juli 2018.

Uji mampu baca alquran adalah salah satu syarat yang harus ditempuh para bacaleg sebelum ditetapkan sebagai caleg yang akan memperebutkan kursi Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan Dewan Perwakilan Rakyat Kota/Kabupaten (DPRK).

Syarat itu tercantum dalam Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2008 tentang Parpol Lokal Peserta Pemilu DPRA dan DPRK. Selain harus lulus uji mampu baca Alquran, para bacaleg pun harus menandatangani surat pernyataan menjalankan syariat Islam bagi yang beragama Islam. [cnn]

Loading...
loading...