Artis Nyaleg, Demi Popularitas, Uang atau Kekuasaan
logo

13 Juli 2018

Artis Nyaleg, Demi Popularitas, Uang atau Kekuasaan

Artis Nyaleg, Demi Popularitas, Uang atau Kekuasaan


GELORA.CO - Dalam waktu dekat, Indonesia akan kembali menggelar pesta demokrasi. Setiap partai politik di Tanah Air mulai bergerilya mencari figur terbaik demi mendulang suara agar sukses di Pemilu Legislatif 2019.

Artis tampaknya masih menjadi magnet bagi partai politik (Parpol) untuk meraup suara pada Pileg 2019 nanti.  Hampir semua partai politik di Indonesia merekrut artis sebagai anggota atau kader.

Sejumlah nama selebriti Tanah Air sudah  merasakan empuknya kursi di DPR maupun DPRD. Sebut saja musisi Anang Hermansyah, komedian Eko Patrio, pesinetron Primus Yustisio, Inggrid Kansil dan masih banyak lagi.

Ketua DPP Partai Amanat Nasional, Yandri Susanto mengatakan, artis Raffi Ahmad akan mencalonkan diri di Pileg melalui PAN. Ia yakin Raffi bisa lolos menjadi wakil rakyat ke Senayan.

"Raffi Ahmad memang ada rencana untuk nyaleg. Termasuk ada beberapa artis yang lain. Saya kira enggak ada masalah," kata Yandri di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 3 Juli 2018.

Ia mengatakan, dari sisi syarat, Raffi dianggap memenuhi kriteria. Ia yakin kalau Raffi memang bersungguh-sungguh dan partainya bersyukur ada generasi muda yang energik dan punya penggemar yang banyak mau terjun ke politik.

"Dan bagus juga sih. Ya (ada komunikasi dengan Raffi) dan memang dia sangat dekat sama kita ya. Bilang sama saya juga ada rencana mau nyaleg. Apalagi dengan Eko Patrio. Sudah beberapa kali dia menyampaikan ingin nyaleg lewat PAN," kata Yandri menambahkan.

Ia mengatakan, untuk daerah pemilihan memang Raffi Ahmad belum ditentukan. Namun diperkirakan dari daerah DIY, Bogor atau Bandung. "Kalau Raffi mah ditaruh di mana saja pasti jadi."

Raffi Ahmad release Official Trailer 13 The Haunted

Raffi Ahmad mengatakan, belum ada pembicaraan lebih jauh terkait kabar dirinya yang masuk partai politik. "Enggak, belum ada pembicaraan. Lagian gue masih enjoy begini," kata suami Nagita Slavina ini kepada VIVA.

Ia mengaku  belum banyak tahu tentang dunia politik. "Banyak yang jadi pertimbangan," ujarnya menambahkan.

Tak hanya Raffi Ahmad, pesinetron Adly Fairuz juga ikut meramaikan bursa artis yang terjun ke partai politik.  Adly bergabung dengan Partai Nasdem dan maju menjadi calon legislatif dari daerah pemilihan Jawa Tengah 1.

Adly Fairuz

Pemilik nama lengkap A. Adly Fairuz ini mengaku serius terjun ke dunia politik. Dia mengaku dibantu oleh relawan.

"Sudah banyak relawan Adly di daerah Semarang, Kendal dan Salatiga. Adly serius untuk dunia baru ini, politik," kata Adly kepada VIVA, Jumat 6 Juli 2018.

Meski politik adalah dunia yang baru bagi Adly namun tak menjadi hambatan bagi dirinya mengabdi kepada masyarakat. Dia ingin memiliki manfaat lebih kepada masyarakat.

"Menjadi bermanfaat untuk lebih banyak orang dan membawa semangat positif dalam mewujudkan cita-cita generasi muda untuk bangsa dan negara," kata pria kelahiran 14 April 1987 ini.

Untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, Adly sudah memiliki bisnis resto di wilayah Kendal. Dia juga tak segan melayani dan bertemu masyarakat sekitar. "Saya ada restoran di Kendal. Ingin lebih dekat dengan masyarakat," tutur pemain sinetron ‘Jodoh Wasiat Bapak’ ini.

Bukan soal Uang

Aktor dan pesinetron Lucky Hakim mengaku akan kembali mencalonkan diri sebagai wakil rakyat pada 2019. Usai mengundurkan diri dari Partai Amanat Nasional (PAN), dia digaet oleh Partai Nasdem. 

"Tidak perlu khawatir kalau kita tidak ada niat (korupsi). Bagaimana supaya kita tidak tergoda, kita harus membentengi diri kita setiap saat, sadar bahwa kita ke sini (anggota DPR) untuk apa dan tujuan awalnya apa," kata Lucky saat dihubungi VIVA, Rabu, 11 Juli 2018. 

Pesinetron 'Keluargaku Harapanku' itu juga menjelaskan mengenai undang-undang berlaku bagi anggota dewan yang tergoda dengan korupsi. 

"Tentu rawan dengan godaan (korupsi) karena menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri, itu dilarang karena ada undang-undang khusus tindak pidana korupsi, ancamannya penjara dan itu berat. Lalu ada KPK yang melakukan penyadapan dan penyelidikan," ujar pria kelahiran Cilacap tersebut. 

Mantan suami pedangdut Tiara Dewi ini mengatakan, bahwa segala profesi memiliki risiko. Tak hanya anggota dewan yang tergiur korupsi, namun menjadi selebriti punya risiko berbeda. 

"Bukan karena target finansial, karena kalau untuk jadi anggota DPR kita mendapatkan gaji tapi saya rasa di dunia entertainment lebih menjanjikan, karena kita mendapatkan honor, dan banyak hal yang tidak ada keterikatan dengan kode etik sebagai wakil rakyat, jadi lebih bebas," ujar Lucky.

Lucky Hakim.

Dia mengakui, menjadi artis jauh lebih menggiurkan dari segi keuangan. Namun, hati nurani berkata lain, Lucky ingin menyuarakan aspirasi rakyat Bekasi dan Depok.

"Kenapa nyaleg? Karena kita mewakili rakyat untuk mewujudkan cita-cita, kesejahteraan bagi seluruh rakyat khususnya rakyat yang diwakili, seperti saya kota Bekasi dan kota Depok," tutur mantan suami Indadari itu. 

Bagi Lucky, dengan menjadi wakil rakyat tentu dapat turut serta dalam mengurus anggaran negara. 

"Karena salah satu fungsinya budgeting, membuat undang-undang dan melakukan fungsi pengawasan, artinya kita memiliki kekuasaan bilamana terpilih. Maka tadinya jadi artis menjadi anggota DPR, memiliki kekuasaan digunakan untuk kepentingan rakyat dan masyarakat," ujarnya menjelaskan.

Selama menjadi pesinetron memang dapat menghibur banyak dan punya banyak fans. Tapi bagi Lucky, menjadi wakil rakyat jauh lebih bermanfaat. 

"Karena bisa menganggarkan sesuatu yang besar untuk dapil kita khususnya dan secara umum untuk Indonesia. Kita juga bisa membuat undang-undang untuk kebaikan banyak orang. Kemudian, kita juga mengawasi jalannya pemerintahan dan bisa kita evaluasi untuk buat regulasi ke depannya."

Menggoda

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Siti Zuhro mengatakan, kalau karier di dunia politik sebagai politikus itu masih menarik sehingga banyak artis yang akhirnya tertarik untuk terjun di dalamnya. 

"Iming-iming kekuasaan cukup menggoda. Kalau hanya populer sebagai artis saja, bisa jadi tidak cukup. Tapi kalau populer plus berkuasa itu memang menggoda, siapapun akan tertarik untuk mencoba dan terjun ke dunia politik," ujarnya saat dihubungi VIVA, Rabu 11 Juli 2018

Dengan kata lain, sambungnya, ranah politik masih terlihat seksi untuk bisa masuk ke ranah kekuasaan. Selain itu bisa juga para artis ini ingin memadupadankan antara popularitas dan kekuasaan. 

"Padahal dua hal itu yang bisa membuat orang mabuk kepayang. Jadi jangan sampai mereka (artis) yang terjun ke dunia politik dan menjadi caleg kemudian lolos tergiur untuk bermain (korupsi)," ujarnya. 

Oleh karena itu, menurut Siti Zahro untuk menjadi anggota dewan memerlukan bekal yang cukup -agar rakyat memilih mereka. "Khususnya hal-hal yang terkait dengan integritas, kompetensi dan kapasitas sebagai wakil rakyat." [viva]

Loading...
loading...