Anies: Ada yang Sebut Kali Item Septic Tank Bukan Kali
logo

26 Juli 2018

Anies: Ada yang Sebut Kali Item Septic Tank Bukan Kali

Anies: Ada yang Sebut Kali Item Septic Tank Bukan Kali


GELORA.CO - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut permasalahan Kali Item di Kemayoran sudah terjadi bertahun-tahun. Bahkan menurutnya, beberapa pejabat di kalangan Pemprov DKI sempat menyebut Kali Item dan Kali Sentiong sudah tak layak disebut kali.

"Di rapat kemarin malah ada yang bilang, itu bukan kali tapi kubangan, septic tank besar. Itu di rapat ya, bukan saya yang sebut," kata Anies ditemui di Balai Kota, tadi malam, Rabu (25/7).

Dia menyebut penyelesaian masalah Kali Item dan Kali Sentiong akan dilakukan dengan dua cara, yakni jangka panjang dan pendek.

Menurut Anies, solusi jangka pendek yaitu melalui pemasangan waring, sebuah kain hitam yang dibentangkan di atas sungai. Hal itu dilakukan Pemprov DKI untuk menghadapi gelaran Asian Games, lantaran keberadaan Kali Item dekat Wisma Atlet, Kemayoran.

"Ada jangka panjang dan jangka pendek, pemasangan waring itu salah satu solusi jangka pendek," kata Anies.


Sementara itu, Anies melanjutkan solusi jangka panjang yang disiapkan pihaknya yakni dengan cara melakukan instalasi pengelolaan limbah.

"Instalasi ini sedang dilelang yah, sudah mulai. Nanti kita lihat ke sana kalau sudah dipasang," kata Anies.

Terkait waring yang dipasang dan sudah mulai berlubang, Anies mengaku akan segera menggantinya. Pemprov pun kata Anies sudah menyiapkan kain cadangan untuk antisipasi kain-kain yang rusak.

Meski begitu dia juga mengimbau warga yang tinggal di sekitar Kali Item dan Kali Sentiong agar ikut menjaga kain waring itu dan tidak membuang sampah apalagi puntung rokok di atasnya.

"(Yang berlubang) kami akan ganti. Segera. Tapi kepada warga, ayo kita jaga sama-sama supaya tidak cepat rusak," kata Anies.

Kali Item menuai perdebatan karena masih menimbulkan bau tak sedap meski waktu perhelatan Asian Games 2018 semakin dekat. Bahkan media internasional ikut memberitakan kali tersebut dan ditanggapi Wakil Gubernur Sandiaga Uno sebagai upaya asing memecah belah bangsa.

Pemasangan kain waring dengan biaya Rp580 juta juga menuai kritik karena dinilai terlalu mahal. [cnn]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...