logo

4 Juli 2018

Amien Rais Kritik Demokrasi di Era Jokowi: Lawan Politik Dipecah

Amien Rais Kritik Demokrasi di Era Jokowi: Lawan Politik Dipecah


GELORA.CO - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais tak habis-habisnya mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo. Kali ini, Amien mengkritik soal sistem demokrasi di Indonesia yang belum berjalan baik.

Amien menuturkan hingga saat ini, era pemerintahan Jokowi belum berhasil mewujudkan kebijakan yang berkeadilan kepada masyarakat. Pemerintah Jokowi justru mempertontonkan ketidakdilan dan diskriminasi.

"Saya lihat pangkal permasalahan ini adalah beberapa pucuk pimpinan itu menerapkan demokrasi tapi isinya diskriminasi. Lihat apa yang tidak tebang pilih di negeri kita ini, lihat hukum yang kecil dikejar, yang gede mana mungkin," ujar Amien saat memberikan sambutan dalam acara Halalbihalal PP Muhammdyah, Menteng, Jakarta, Pusat, Rabu (4/7).

Mantan Ketua MPR ini kemudian mencontohkan diskriminasi politik yang dilakukan Jokowi. Salah satunya, soal keluarnya Siti Hediati alias Titiek Soeharto dari Partai Golkar ke Partai Berkarya.

"Kedua, diskriminasi politik. Kalau temannya itu dibetul-betulkan. Tapi kalau lawannya, bisa dipecah. Golkarnya Mbak Titiek aja kan gede, tapi bisa diadulah," ucap Amien.

Titiek memutuskan keluar dari Partai Golkar karena memiliki perbedaan politik dengan partai berlambang pohon beringin tersebut. Golkar diketahui pendukung pemerintah Presiden Joko Widodo dan akan mengusung Jokowi kembali pada Pilpres 2019.

Amien lalu menyinggung soal penerapan hukum di Indonesia. Menurut dia, pemerintah saat ini masih tebang pilih dalam menegakkan hukum.


Bahkan Amien juga melontarkan kritiknya untuk KPK. Menurut dia, OTT yang selama ini kerap dilakukan KPK hanya menyasar koruptor kelas bawah.

"Saya katakan, KPK saja itu yang merupakan lembaga justice, yang puluhan triliun (kasus korupsi) pasti lewat. Tapi yang OTT, yang ratusan juta dikejar-kejar," lanjutnya.

Tak berhenti di masalah hukum. Amien melanjutkan kritiknya ke ranah ekonomi. Amien menyebut, saat ini, orang kaya semakin kaya. Sementara yang miskin, makin tak tertolong hidupnya.

"Diskriminasi sosial between the rich and the poor. Sehingga yang mengatakan ada empat orang oknum lebih tinggi kekayaaannya daripada 100 juta rakyat miskin," pungkasnya. [kumparan]

Loading...
loading...