Alasan Ulama Mendaulat Anies Baswedan Jadi RI 1
logo

4 Juli 2018

Alasan Ulama Mendaulat Anies Baswedan Jadi RI 1

Alasan Ulama Mendaulat Anies Baswedan Jadi RI 1


GELORA.CO - Negara dalam keadaan darurat. Ekonomi sulit, rakyat mulai menjerit, karena hidup semakin sedemikian sulit. Pengangguran bertambah, tapi tenaga Aseng yang justru menyerbu dunia kerja Indonesia.

Sementara, hutang makin menumpuk. 810 triliyun akan jatuh tempo tanpa kebayang dari mana Indonesia bisa membayarnya. Rakyat terbelah, hilang trust dan situasi kebangsaan terus menerus dilanda gaduh.

Hukum tak lagi berpijak pada fitrah keadilannya. Tak ada tanda-tanda berakhir. Pemimpin kehilangan legitimasinya di hadapan rakyatnya sendiri. Tak lagi dipercaya akan mampu menyelesaikan problem bangsa yang semakin berat.

Lahirlah gelombang harapan #2019GantiPresiden. Makin masif dan tak terbendung lagi. Mayoritas Rakyat ingin Pemimpin Baru. Ganti presiden di 2019. Siapa yang layak dan bisa mengganti Jokowi?

Mesti tokoh yang berkarakter, punya integritas, jelas track recordnya. Yang tak kalah penting, punya kekuatan dukungan untuk kalahkan incumbent. Dari tokoh-tokoh yang muncul, meski punya integritas dan kapasitas, rata-rata tak punya kekuatan dukungan. Diprediksi akan kalah. Percuma terus didorong kalau hanya untuk kalah.

Kecuali Anies Baswedan. Muda, pintar, punya kapasitas dan track record, memiliki kemampuan diplomasi global yang bagus, jaringan internasionalnya tak diragukan, dan paling potensial untuk kalahkan incumbent.

Para ulama berharap, demi selamatkan negara, demi bangkitkan bangsa kembali, demi terwujudnya mimpi perubahan, dan kesungguhan ganti presiden 2019, partai-partai mesti legowo usung Anies Baswedan. Ini untuk kepentingan bangsa dan negara.

Inilah alasan, kenapa kami, para ulama, akademisi dan aktivis, mendesak, mendorong dan mendaulat Anies untuk maju sebagai calon presiden. Demi tugas negara, sebagai manusia yang punya rasa tanggung jawab kebangsaan, Anies Baswedan mesti legowo dan mau terima tugas dan amanah ini.

Oleh: Fahmi Salim*

*Penulis adalah Pengurus Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) [swa]

Loading...
loading...