Marzuki Alie: Korupsi Terus Bergulir, Orang Baik akan Habis karena Sistem yang Korup
logo

7 Juni 2018

Marzuki Alie: Korupsi Terus Bergulir, Orang Baik akan Habis karena Sistem yang Korup

Marzuki Alie: Korupsi Terus Bergulir, Orang Baik akan Habis karena Sistem yang Korup


www.gelora.co – Mantan Ketua DPR Marzuki Alie memberikan tanggapannya terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang gencar dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini.

Awalnya, Mantan Staf Khusus Menteri ESDM, Muhammad Said Didu memberikan komentar atas kabar OTT oleh KPK di Blitar, Jawa Timur.

Dilansir TribunWow.com, hal itu disampaikan melalui akun Twitternya, @saididu, yang diunggah Kamis (7/6/2018).

Waduh – ini dari Partai Apa !” cuit Said Didu.


Seperti dikutip dari Kompas.com, KPK menyegel ruang kerja Wali Kota Blitar Samanhudi di Balai Kota Blitar, Jawa Timur, Kamis (7/6/2018).

Penyegelan itu dilakukan setelah sekitar empat petugas KPK berpakaian preman melakukan pemeriksaan singkat di dalam ruangan.

Atas penyegelan itu, juga belum ada pihak yang bisa dimintai konfirmasi.

Keberadaan Wali Kota Blitar Samanhudi hingga kini juga masih misteri.

Menanggapi hal itu, Marzuki Alie mengatakan jika kasus korupsi akan terus bergulir.

Dirinya mengibaratkan OTT seperti fenomena puncak gunung es, artinya dapat dipastikan hampir tidak ada Kepala Daerah bisa mulus terhindar dari kasus korupsi.

Sebab, orang baik akan habis karena sistem yang korup.

OTT ini hanya fenomena puncak gunung es, dapat dipastikan hampir tidak ada Kepala Daerah bisa mulus terhindar dari kasus korupsi. saya ketemu ketua KPK pd acara di ponpes Rijan Pacet, saya sampaikan bhw korupsi akan terus bergulir, orang baik akan habis krn sistem yg korup,” tulis Marzuki.


Sebelumnya, KPK melakukan penindakan di dua wilayah sekaligus, yakni Kabupaten Tulungagung dan Kota Blitar.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada awak media di Jakarta Rabu malam membenarkan adanya penindakan oleh KPK di dua wilayah di Jawa Timur.

Dia menyebut, ada lima orang yang turut diamankan.

Hanya saja, hingga saat ini belum diketahui identitas lima orang tersebut.[tn]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...