Lagu Ganti Presiden, Mardani Tak Mau Pemimpin Penyiksa Ulama
logo

6 Juni 2018

Lagu Ganti Presiden, Mardani Tak Mau Pemimpin Penyiksa Ulama

Lagu Ganti Presiden, Mardani Tak Mau Pemimpin Penyiksa Ulama


www.gelora.co - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera memastikan lagu berjudul 2019 Ganti Presiden tak ada unsur kampanye terselubung sama sekali. Sebaliknya dia menyebut lagu itu bisa dijadikan sebagai edukasi politik untuk masyarakat.

"Oh tidak dong (kampanye) justru itu bisa jadi edukasi, pendidikan politik untuk masyarakat," kata Mardani saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui telepon, Rabu (6/6).

Pendidikan politik yang dimaksud Mardani agar masyarakat bisa membuka mata ketika kelak dihadapkan pada pemilihan presiden di 2019 mendatang. Jangan sampai, kata dia, rakyat memilih pemimpin yang tidak berpihak pada kepentingan masyarakat dan negara.

"Jadi masyarakat ketika pilih pemimpin cari yang baik, cari yang tidak berbohong, yang memiliki kecintaan terhadap negara, dan tidak menyiksa ulama," papar dia.


Hal ini kata dia tentu berbeda dengan kampanye, sebab dalam kampanye disebutkan Mardani harus memenuhi empat unsur utama yakni terkait visi, misi, program dan citra diri.

"Kampanye gimana, wong calonnya saja kan tidak ada, belum ada," katanya.

Lebih lanjut, Mardani juga menceritakan asal muasal lagu berjudul 2019 Ganti Presiden itu bisa tercipta hingga kemudian viral. Lagu itu kata Mardani murni bukan gagasan dirinya, tetapi gagasan seorang penyanyi dan pencipta lagu era 90-an, Sang Alang.

"Bukan (inisiatif) saya, jadi waktu itu kan gerakan 2019 Ganti Presiden sudah mulai sepi, kemudian Sang Alang berpikir untuk menciptakan gebrakan, dibuatlah dia lagu ini," katanya.

Alang kata Mardani membuat lagu itu di studio milik temannya selama kurang lebih empat jam. Setelah selesai lagu itu pun disebarkan Alang ke rekan-rekannya untuk meminta pendapat.

"Eh malah jadi viral, bagus memang lagunya," ungkap Mardani.

Pertemuan pertama Mardani dan Alang pun terjadi setelah lagu tersebut viral. Mereka akhirnya memutuskan untuk melakukan kolaborasi bersama beberapa politikus dan artis yang mendukung gerakan 2019 Ganti Presiden.

"Kolaborasi dong, ada Ahmad Dhani, Neno Warisma. [cnn]

Loading...
loading...