logo

9 Juni 2018

Jadi Anggota DK PBB, Indonesia Diminta Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

Jadi Anggota DK PBB, Indonesia Diminta Perjuangkan Kemerdekaan Palestina


www.gelora.co - Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi berharap, terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), dapat memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan menguatkan Resolusi Jenewa ke 4 yang mengembalikan komposisi demografi Palestina, atas pendudukan ilegal Israel.  

"Terpilihnya RI sebagai anggota tidak tetap DK PBB sampai akhir 2020, semoga bisa memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan menguatkan Resolusi Jenewa ke 4 yang mengembalikan komposisi demografi Palestina, atas pendudukan ilegal Israel," kata Bobby dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/6/2018).

Agenda besar lainnya, kata Bobby, adalah memperkuat kondisi keamanan regional kawasan seperti Laut China Selatan, penghentian genosida di Rohingya dan ketegangan di Korut. 

"Agenda ketiga, adalah koordinasi perang melawan terorisme, baik kepada organisasi teroris internasional dan penguatan tukar informasi antar negara untuk mencegah tumbuhnya aksi-aksi teror domestik yang mempengaruhi kestabilan kawasan," katanya.

Politikus Partai Golkar ini juga mengatakan, agenda lainnya adalah mempetakan meluasnya perkembangan intoleransi dalam demokrasi, mayoritas vs minoritas yang menyebabkan polarisasi situasi politik domestik yang tajam di banyak negara, dan mengancam persatuan dan kesatuan sebagai sebuah bangsa. 

"Saya yakin delegasi RI dalam DK bisa menjadi tangguh, dan sanggup meresonansikan kewibawaan RI sebagai bangsa yang besar dan aktif berperan serta dalam perdamaian dunia sesuai konstitusi kita," tandasnya.

Indonesia terpilih untuk keempat kalinya sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) dalam pemungutan suara yang digelar di Majelis Umum PBB di New York, Jumat (8/6). 

Indonesia akan menjadi anggota tidak tetap DK PBB untuk Periode 2019-2020.

Indonesia terpilih dengan perolehan suara sebanyak 144 dari 190 negara anggota MU PBB. Adapun Maladewa yang menjadi pesaing Indonesia hanya memperoleh 46 suara.[ts]

Loading...
loading...