logo

15 Mei 2018

Alasan Fahri Hamzah cabut laporan polisi terhadap Sohibul Iman

Alasan Fahri Hamzah cabut laporan polisi terhadap Sohibul Iman


www.gelora.co - Secara mengejutkan Wakil ketua DPR Fahri Hamzah mencabut laporan polisi terhadap Preside PKS Sohibul Iman, Senin (14/5). Padahal sebelumnya, Fahri amat yakin, kasus dugaan pencemaran nama baik itu akan menjadikan Sohibul sebagai tersangka di Polda Metro Jaya.

Apa maksud Fahri mencabut laporan itu?

Fahri saat ini tengah menjalankan tugas kedinasan di Afrika. Dia belum mau bicara panjang lebar soal pencabutan laporan tersebut. Tapi menurut dia, keputusan itu karena dirinya ingin mengikuti kata hati.

"Saya mengikuti kata hati saya," kata Fahri kepada wartawan, Selasa (15/5).

Fahri tak mau berspekulasi lebih jauh apakah ada deal di balik keputusannya mencabut laporan tersebut. Terlebih, PKS akan diterpa masalah baru jika Presidennya jadi tersangka satu tahun jelang Pemilu serentak 2019.

Fahri hanya menyebut, keputusan itu demi menyambut bulan suci Ramadhan yang akan jatuh pada 17 Mei nanti. "Dan menyambut bulan suci. Saya belum tahu yang lain. Yang penting urusan saya selesai dulu. Bahwa saya telah mencabut laporan pidana. Itu saja," kata Fahri.

Diketahui sebelumnya, pada Senin pagi (14/5), Fahri Hamzah lewat kuasa hukumnya Mujahid Latif telah mencabut laporannya ke Dirkrimsus Polda Metro Jaya.

Pencabutan laporan atas Sohibul itu disampaikan Fahri melalui surat yang dibawa kuasa hukumnya. Karena Fahri sendiri saat ini sedang berada di Afrika Selatan, dalam rangka memimpin delegasi DPR RI melakukan kunjungan.

Sebelumnya, Fahri Hamzah sendiri telah melaporkan Sohibul Iman ke Polda Metro Jaya pada 8 Maret 2018 dengan nomor laporan LP/1265/III/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus atas dugaan pencemaran nama baik.

Menurut Fahri, Sohibul telah menuding dirinya sebagai pembohong dan pembangkang sehingga tudingan tersebut menjadi dasar dari pelaporannya ke Polda Metro Jaya.

Dia menuturkan telah menyerahkan barang bukti berupa pernyataan Sohibul Iman yang menyudutkan dirinya pada sejumlah media massa. Lantaran itu, menurutnya, Sohibul Iman harus segera diperiksa dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. [mdk]

Loading...
loading...