logo

28 April 2018

Rekaman Diduga Rini Bahas Fee Proyek Bocor Usai Rombak Direksi Pertamina

Rekaman Diduga Rini Bahas Fee Proyek Bocor Usai Rombak Direksi Pertamina


www.gelora.co - Hanya seminggu setelah perombakan direksi PT Petamina, rekaman percakapan diduga Menteri BUMN Rini Soemarno dan Dirut PLN Sofyan Basir bocor ke publik. Keduanya membahas fee proyek PLN dan Pertamina.

“Saya mau cerita ke Ibu, beliau (Pak Ari) kan panggil saya, pagi kemarin kan saya baru pulang,” ucap pria diduga Sofyan.

Menjawab hal itu, wanita diduga Rini Soemarno meminta agar fee diatur dengan baik. Intinya, harus ada fee dari dua perusahaan BUMN, yakni PLN dan Pertamina.

“Yang penting ginilah, sudahlah, kan yang harus ambil kan dua, Pertamina sama PLN. Ya, dua-duanya punya saham lah Pak, begitu,” ucap Rini.

Rini menyerahkan sepenuhnya kepada PLN dan Pertamina untuk mengatur fee tersebut. “Saya terserah bapak-bapak lah, saya memang kan konsepnya sama-sama Pak Sofyan,” lanjut Rini.

“Saya kemarin bertahan Bu, kan beliau ngotot. ‘Kamu gimana sih, Sof?’ Lho kan, Pak, kalo enggak ada PLN kan Bapak enggak ada juga tuh buat bisnis,” imbuh Sofyan.

Rekaman percakapan ini bikin geger jagat maya sejak tadi malam, Jumat (27/4). Warganet meminta agar polisi dan KPK turun tangan untuk menelusuri rekaman percakapan tersebut.

Selain itu, Presiden Jokowi juga diminta untuk segera menindaklanjuti rekaman itu. Jika suara dalam rekaman itu adalah Menteri Rini, maka sebaiknya Jokowi melakukan reshuffle kabinet.

“Biar Jokowi ada prestasi sedikitlah tunjuk orang-orang yang bener, walaupun kemungkinan besar sih nggak bakal mengangkat elektablitas Jokowi lagi, karena sudah terlambat,” Wasekjen Pro Demokrasi (Prodem), Ricky Tamba.

Sebelumnya, Kementerian BUMN merombak jajaran direksi PT Pertamina. Direktur Utama Pertamina, Elia Massa Manik dicopot bersama empat direktur lainnya.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Fajar Harry Sampurno mengatakan, ada beberapa alasan penggantian satu direktur utama (dirut) dan empat direktur itu. Di antaranya, terjadinya kelangkaan BBM di beberapa wilayah dan tumpahan minyak di Kilang Balikpapan.

“Kajian komprehensif sudah dilakukan dalam sebulan ini,” ujarnya setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Kementerian BUMN pada  20 April 2018.

Fajar menyebut, perombakan jajaran direksi PT Pertamina didasarkan pada Surat Keputusan (SK) Menteri BUMN Nomor 039/MBU/02/2018 tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan dan Pengalihan Tugas Anggota-Anggota Direksi PT Pertamina (Persero).

Adapun lima direksi yang diberhentikan dengan hormat dalam keputusan RUPSLB adalah Direktur Utama Elia Massa Manik, Direktur Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia (MPPP) Pertamina Ardhy N Mokobombang, Direktur Pengolahan Toharso, Direktur Manajemen Aset Dwi Wahyu Daryoto, dan Direktur Pemasaran Korporat Muchamad Iskandar.

Sementara susunan direksi yang baru adalah Pelaksana Tugas Direktur Utama sekaligus Direktur SDM Nicke Widyawati, Direktur Pengolahan Budi Santoso Syarif, Direktur Keuangan Arief Budiman, Direktur Pemasaran Korporasi Basuki Trikora Putra, Direktur Pemasaran Retail Masud Hamid, Direktur Manajemen Aset M Haryo Junianto, Direktur Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia (MPPP) Heru Setiawan, serta Direktur Infrastruktur Gandhi Sriwidjojo. [psid]

Loading...
loading...